Earth Hour di Bali, Momentum Hemat Energi di Luar Nyepi

Dengan aksi memadamkan listrik walau hanya satu jam, itu sangat bermanfaat bagi lingkungan. Kegiatan ini seperti saat memperingati Hari Raya Nyepi.

Earth Hour di Bali, Momentum Hemat Energi di Luar Nyepi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Peserta Earth Hour Bali menyalakan lilin dalam kegiatan yang bertajuk #connect2earth di denpan Patung Mandala kawasan ITDC, Nusa Dua, Sabtu (30/3/2019). Dalam kegiatan ini Earth Hour Bali mengajak semua lapisan masyarakat berperan terhadap bumi dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama satu jam sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi. (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Seorang turis pengunjung acara Earth Hour 2019 di kawasan Tugu Mandala, ITDC Nusa Dua, Badung, mengungkapkan, gerakan atau aksi pemadaman lampu selama 1 jam sangat diharapkan bagi Bumi.

"Dengan aksi memadamkan listrik walau hanya satu jam, itu sangat bermanfaat bagi lingkungan. Kegiatan ini seperti saat memperingati Hari Raya Nyepi. Dimana semua lampu di Pulau Bali padam. Suasana ini sangat indah dengan keheningan yang sangat tenang dan udara bebas polusi," ungkap Christy, turis asal Australia, yang menginap di salah-satu hotel di kawasan ITDC.

Managing Director ITDC Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, mengatakan bahwa Earth Hour 2019 dilakukan demi menjaga Pulau Bali agar tetap bersih dan sejuk, sehingga memberikan dampak positif bagi alam selain juga akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan industri pariwisata di Bali.

“Kami berharap, Earth Hour akan memberikan vibrasi positif bagi masyarakat Bali.

Sebab, tidak hanya dalam momentum Nyepi masyarakat hemat energi selama 24 jam, namun ke depan masyarakat diharapkam lebih bijak dalam penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ardita.

Suasana gelap dalam rangka Earth Hour di ITDC tadi malam tidak mempengaruhi arus lalu lintas di kawasan yang kerap menjadi tempat penyelenggaraan acara internasional ini.

Ada beberapa petugas yang menjaga di setiap lingkaran Tugu Mandala untuk memberikan tanda bagi para pengendara.

Wagub Bali Cok Ace berharap, Earth Hour tahun ini fokus pada peningkatan kesadaran serta tindakan yang menginspirasi penurunan emisi gas rumah kaca.

Untuk itu, ucap dia, melalui gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekedar kampanye melainkan menjadi gaya hidup sehari-hari dan diikuti juga dengan gaya hidup yang ramah lingkungan.(wem/rin)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved