Krakatau Steel Komitmen Terapkan SNI Baja

Kegiatan ini adalah bagian dari program BSN untuk mengunjungi dan mempromosikan industri penerap Standar Nasional Indonesia (SNI)

Krakatau Steel Komitmen Terapkan SNI Baja
BSN
Kepala BSN, Bambang Prasetya (tengah) didampingi Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Purwono Widodo (kiri) dan General Manager Supply Chain Management & Quality Assurance PT Krakatau Steel, Dicky Mardiana (kanan) meninjau pabrik baja lembaran panas (Hot Strip Mill) di kawasan industri PT Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Jumat (29/3/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya melakukan kunjungan kerja ke PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang berlokasi di Technology Building, Plant Site Krakatau Steel, Jalan Asia Raya, Kawasan Industrial Estate Cilegon, Jumat (29/3/2019) lalu.

Kegiatan ini adalah bagian dari program BSN untuk mengunjungi dan mempromosikan industri penerap Standar Nasional Indonesia (SNI), yang memiliki cerita sukses sehingga bisa menjadi role model atau inspirasi bagi industri lain dalam menerapkan SNI.

Sebagaimana diketahui, PT Krakatau Steel yang berdiri pada tahun 1970 telah berkembang menjadi produsen baja terbesar di Indonesia.

Krakatau Steel mampu menunjukkan perkembangan pesat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Baca: Ajal Menjemput Nyawa Putu Jeki Hari ini, Remaja ini Terlempar Beberapa Meter dengan Kondisi Luka

Baca: Ibu Persit Ajak Anak-anak Ziarah ke TMP, Hargai Jasa Pahlawan & Edukasi Cinta Tanah Air Sejak Dini

Komitmen tinggi perusahaan terhadap kualitas juga telah dibuktikan dengan menerapkan standar sejak tahun 1993, yakni berawal dari ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu yang kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikasi ISO 9001: 2000 pada 2003.

Sementara itu, perusahaan ini juga menerapkan ISO 14001 sejak tahun 1997.

Bambang mengatakan, komitmen PT Krakatau Steel terhadap penerapan standar dapat menjadi contoh bagi industri lainnya.

"Penetapan SNI baja didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan perlindungan konsumen dari beredarnya baja yang tidak aman. Saat ini, BSN telah menetapkan 11.815 SNI. Terkait Baja, BSN sudah menetapkan 36 SNI. Krakatau Steel sudah menerapkan 2 SNI dan 23 standar internasional lainnya. Ini membuktikan perusahaan betul-betul berkomitmen terhadap mutu dan kualitas," ujar Bambang dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali, Minggu (31/3/2019).

Baca: Tiga Pasangan Ganda Indonesia Ini Siap Merebut Juara India Open 2019

Baca: Beruntung Sekhaa Gong Telah Usai Latihan, Pohon Bunut Roboh Timpa Balai Gong

Bambang menilai penerapan SNI baja di Indonesia cukup besar perkembangannya.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved