Makna Gaya Berbusana Jokowi dan Prabowo Menurut Pandangan Konsultan Fashion

Konsultan fashion Khairiyyah Sari, mengatakan setiap orang pada dasarnya berusaha mencitrakan apa yang ingin mereka

Makna Gaya Berbusana Jokowi dan Prabowo Menurut Pandangan Konsultan Fashion
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Jokowi dan Prabowo berbincang di beranda Istana Merdeka 

TRIBUN-BALI.COM- Calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto masing-masing menampilkan gaya busana yang berbeda pada debat keempat calon presiden di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam.

Konsultan fashion Khairiyyah Sari, mengatakan setiap orang pada dasarnya berusaha mencitrakan apa yang ingin mereka tunjukkan kepada orang lain.

Begitu juga dalam berbusana, pemilihan pakaian memperlihatkan kepribadian seseorang meski ada sedikit yang ingin lebih ditonjolkan.

Baca: Ramalan Zodiakmu Hari Ini Minggu 31 Maret 2019, Pisces Rentan Stres Virgo Ada Pencapaian Tak Terduga

Baca: 3 Ular & Satu Biawak Masuk Rumah Warga di Denpasar dalam Semalam, Ini Hal yang Paling Ditakuti Ular

Baca: Anjing & Kucing Dilarang Keluar Masuk Bali, Antibodi Tinggi Sebenarnya Aman tapi Regulasi Melarang

Menurut Sari, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto mampu mencitrakan dirinya dengan baik melalui busana yang dikenakannya.

Seperti biasa, Jokowi mengenakan kemeja putih dengan bagian lengan digulung sampai siku, celana panjang hitam dan sepatu sneaker hitam. Tampilan Jokowi, menurut Sari, menunjukkan ingin mencitrakan sosok pekerja.

"Jokowi ingin menciptakan dirinya sebagai pekerja. Kemeja putih, putih kan menampilkan sesuatu yang bersih. Karena lengannya digulung, itu menunjukkan dia adalah pekerja. Kita kalau kerja kan biar enggak ribet kalau pakai lengan panjang pasti digulung. Apa yang dia kenakan, mencerminkan bahwa kita hands on dengan pekerjaan kita," kata Sari kepada Antara, Sabtu.

Sari yang pernah menjadi kurator busana BEKRAF itu mengatakan bahwa setelan jas bermotif garis yang dikenakan Prabowo mencerminkan formalitas, ketegasan dan sesuatu yang berstruktur.

"Setelan jas menunjukkan sesuatu yang bersifat formal. Jas itu kan bentuknya terstruktur, siluetnya tegas. Memang kita kan kalau memilih item itu sesuai dengan kepribadian. Setiap orang pasti memilih busana sesuai dengan yang ingin dicitrakan ditambah dengan sentuhan kepribadiannya," ujar perempuan yang juga pernah menjadi penata busana Paspampres itu.

Kendati demikian, Sari juga mengatakan Jokowi dan Prabowo sama-sama menunjukkan sosok pekerja dengan gayanya masing-masing. Namun busana yang dikenakan Jokowi lebih mencerminkan professional look zaman now.

"Beberapa tahun belakangan, professional look itu trennya sudah berganti," katanya. "Sejak munculnya Mark Zuckerberg, tren jadi berganti tidak lagi jas. Sekarang kaus dan sneakers dan luaran jas. Jokowi biasanya pakai sneaker, dia sudah menunjukkan professional look zaman now."

"Sementara Prabowo, dia enggak atau memang belum, dan dia tidak terpengaruh gaya Sandi (Sandiaga Uno), dia memang sudah punya signature style sendiri yang menunjukkan itu dia," jelas Sari.

Editor: DionDBPutra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved