Dua Tahun Beroperasi, Perpustakaan Keliling di Tabanan Sepi Pengunjung

meskipun sudah rutin dilaksanakan sejak dua tahun lalu, layanan perpustakaan keliling ini tak mengalami peningkatan pengunjung alias stagnan

Dua Tahun Beroperasi, Perpustakaan Keliling di Tabanan Sepi Pengunjung
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Suasana saat pelayanan perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan di Lapangan Dangin Carik, Tabanan, pekan lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Suasana di areal Lapangan Dangin Carik, Tabanan, memang selalu ramai setiap hari Minggu.

Hal ini dimanfaatkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan untuk memberikan layanan Perpustakaan Keliling (Pusling).

Jumlah buku yang disediakan juga tak sedikit, mencapai 100 judul dengan jumlah sekitar 300 eksemplar buku.

Namun sayangnya, meskipun sudah rutin dilaksanakan sejak dua tahun lalu, layanan perpustakaan keliling ini tak mengalami peningkatan pengunjung alias stagnan.

Setiap membuka layanan Pusling di Lapangan Dangin Carik, pengunjung yang mampir untuk membaca hanya sekitar 20-30 orang. Padahal jumlah pengunjung ke lapangan tersebut mencapai ratusan lebih.

Hal ini menunjukan minat masyarakat untuk membaca saat ini masih sangat rendah.

“Sudah sejak dua tahun lalu kami rutin gelar layanan Pusling ini. Tapi pengunjungnya stagnan, setiap hari Minggu hanya 20-30 orang, padahal banyak yang olahraga di sana (Lapangan Dangin Carik),” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan, I Wayan Kotio, Minggu (31/3/2019).

Kotio mengakui, selain minat baca masyarakat yang masih rendah, dukungan dari segi anggaran oleh Pemkab Tabanan masih minim.

Hal ini ditunjukan dengan Dinas Persip Tabanan saat ini hanya memiliki satu unit mobil untuk layanan Pusling yang sebelumnya diberikan oleh Pemerintah Pusat.

Dengan hanya ada satu unit mobil, belum mampu mencakup seluruh wilayah Tabanan.

“Ya idealnya kita punya dua unit mobil lah untuk Perpustakaan Kelilingnya, karena kita kan juga mencakup wilayah yang luas dengan 400 Sekolah Dasar,” tuturnya.

Selain menyediakan buku, kata dia, kegiatan ini sekaligus untuk mensosialisasikan keberadaan aplikasi e-book.

Dalam aplikasi tersebut tersedia sebanyak 2.700 eksemplar mulai dari komik, tentang sains, novel, dan lain sebagainya. Sementara ini, pengunjung dalam aplikasi tersebut baru mencapai rata-rata 50 orang dalam setiap harinya.

“Harapan agar masyarakat yang ingin membaca bisa di mana saja, dan kapan saja,” tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved