Kasus OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat, Polisi Tak Temukan Unsur Pidana

Satreskrim Polres Gianyar akhirnya menyerahkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), karcis masuk objek wisata Tirta Empul

Kasus OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat, Polisi Tak Temukan Unsur Pidana
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Deni Setiawan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Satreskrim Polres Gianyar akhirnya menyerahkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), karcis masuk objek wisata Tirta Empul, Tampaksiring, pada Inspektorat Pemkab Gianyar.

Hal tersebut lantaran pihak kepolisian tak menemukan adanya unsur pidana atau memperkaya diri sendiri.

Sebab, uang penjualan karcis senilai Rp 11 miliar yang tidak diserahkan Desa Pakraman Manukayalet ke kas Pemkab Gianyar, semuanya digunakan untuk kepentingan adat.

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Deni Setiawan, Senin (1/4/2019), mengatakan setelah melakukan penyelidikan sekitar empat bulan dengan memeriksa berbagai saksi.

Mulai dari pihak Desa Pakraman Manukayalet, unsur terkait di Pemkab Gianyar, serta sejumlah saksi ahli.

Dan, rapat kerja DPRD Bali atas penanganan kasus OTT Tirta Empul, pihaknya menetapkan menghentikan penyelidikan OTT Tirta Empul.

“Hasil dari pemeriksaan kami terhadap saksi-saksi, bendesa, prajuru dan saksi lain, itu menjelaskan bahwa uang yang tak diserahkan ke Pemkab Gianyar, dari tahun 2013 sampai 2018 semuanya digunakan untuk kepentingan desa adat, yaitu persembahyangan dan perbaikan pura. Karena memang kami tidak menemukan unsur memperkaya diri sendiri, jadi terhadap kasus ini kami limpahkan ke Inspektorat. Surat pelimpahan telah diserahkan pada 26 Maret 2019. Dan, sudah diterima oleh kepala Inspektorat Gianyar,” ujar Deni di ruangannya.

Baca: Pasangan Kekasih Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Densel, Simpan Sabu di Tas dan Jok Motor

Baca: Cerita Pilu DW Korban Kawin Kontrak di China Tentang Perlakuan Suami Hingga Bayarannya

Pelimpahan dari kasus pidana ke perdata ini, tak berarti Desa Pakraman Manukayalet terbebas dari tanggung jawab.

Meskipun uang penjualan karcis yang tak diserahkan ke Pemkab Gianyar ini dipakai untuk kepentingan adat.

Namun Desa Pakraman Manukayalet wajib mengembalikan semua uang tersebut.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved