Kisah Ular Suci di Pura Tanah Lot, Lebih Berbahaya dari Kobra, Jelmaan Sabuk Danghyang Nirartha

Kisah Ular Suci di Pura Tanah Lot, Lebih Berbahaya dari Kobra, Jelmaan Sabuk Danghyang Nirartha

Kisah Ular Suci di Pura Tanah Lot, Lebih Berbahaya dari Kobra, Jelmaan Sabuk Danghyang Nirartha
Intisari
Kisah Ular Suci di Pura Tanah Lot, Lebih Berbahaya dari Kobra, Jelmaan Sabuk Danghyang Nirartha 

Ular ini sering juga disebut ular poleng, dalam bahasa Bali artinya belang hitam-putih.

Ular suci Tanah Lot memiliki tubuh panjang dengan warna belang hitam-putih dan kadang abu-putih serta ekornya pipih, bukan tumpul memanjang.

Oleh salah seorang pemangku adat di Tanah Lot yang ditemui tim Intisari, ia menjelaskan asal-usul ular tersebut.

Bli Made, nama pemangku adat yang bertugas hari itu bercerita bahwa ular ini dipercaya muncul sebagai jelmaan dari sabuk atau selendang seorang Bramana dari Jawa bernama Danghyang Nirartha.

Dengan kesaktian Danghyang Nirartha, ia memindahkan sebongkah batu besar ke tengah laut lalu membangun sebuah pura untuk ibadah di atasnya.

Pura buatan Danghyang Nirartha itulah yang kita kenal sebagai Pura Tanah Lot yang artinya tanah di tengah lautan.

Lalu Danghyang Nirartha mengubah sabuk atau selendang yang dia kenakan menjadi ular-ular suci untuk menjaga Pura Tanah Lot.

Menurut Bli Made, itu menjadi salah satu alasan kenapa ular ini memiliki ekor pipih seperti ujung sabuk.

Umat Hindu di Bali percaya, berdoa sembari mengelus ular suci di Tanah Lot ini bisa membuat doa mereka terkabul.

Banyak yang berdoa mendapat keselamatan, rezeki hingga ingin dikaruniai anak.

Halaman
1234
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved