Kapolresta Denpasar Masih Buru Pelaku Money Changer, Ruddi : Semua Pintu Keluar Kita Perketat

Pengejaran terhadap pelaku jaringan Rusia yang merampok money changer BMC di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung masih terus dilakukan.

Kapolresta Denpasar Masih Buru Pelaku Money Changer, Ruddi : Semua Pintu Keluar Kita Perketat
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengejaran terhadap pelaku jaringan Rusia yang merampok money changer BMC di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung masih terus dilakukan.

Penjagaan di wilayah Bali pun terus digencarkan oleh pihak kepolisian resor kota Denpasar (Polresta) hingga kemarin, Senin (1/4/2019).

Hal tersebut dilakukan tidak lain karena masih ada target yang terlibat perampokan di money changer BMC dengan status DPO.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan pun menerangkan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di setiap wilayah di Bali.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di perbatasan dan wilayah lainnya di Bali, tentu hal itu dilakukan untuk bisa menemukan satu pelaku yang kini masih DPO," ujar Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Baca: Ini Sosok Pendonor Sumsum Tulang untuk Ani Yudhoyono, Ini Risiko yang Akan Dirasakan Sang Pendonor

Baca: Kepolisian Cium Ulah Kontraktor Nakal Dibalik Ambruknya Plafon SDN 2 Pejeng Kangin

Baca: Sejumlah Fakta di TKP Ni Putu Citra Ditemukan Tewas Diduga Tenggelam, Sungai Dangkal dan Tak Berarus

Ia meyakini bahwa pelaku yang dicari ini masih berada di wilayah Bali, sehingga penjagaan terus dilakukan.

"Tersangka yang kita cari ini masih berada di Bali. Semua pintu-pintu keluar dari Gilimanuk, Bandara Ngurah Rai, Padang Bai kita perketat, acara tidak ada celah untuk dia atau pelaku ini melarikan diri dari Bali," tambahnya.

Kapolresta Denpasar tidak hanya meminta kepolisian wilayah yang ada di Bali untuk membantu penjagaan.

Ia bersama pihak imigrasi juga sudah bekerja sama untuk terus mencari pelaku-pelaku dari warga negara asing.

"Setiap ada kasus orang asing kita selalu koordinasi dengan imigrasi agar bisa ditangani," jelasnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved