Laila Kau Biarkan Aku Majnun Karya Kambali Zutas Diulas dalam Program Pustaka Bentara

Program Pustaka Bentara kali ini akan membincangkan buku antologi puisi berjudul “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” karya penyair yang juga jurnalis

Laila Kau Biarkan Aku Majnun Karya Kambali Zutas Diulas dalam Program Pustaka Bentara
Koleksi Kambali
Kambali Zutas

TRIBUN-BALI.COM - Program Pustaka Bentara kali ini akan membincangkan buku antologi puisi berjudul “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” karya penyair yang juga jurnalis, Kambali Zutas.

Buku ini berisi 118 puisi yang ditulis sedari tahun 2015 hingga 2018 serta telah dimuat di berbagai media, antara lain Tribun Bali, IDN Times, dan Tatkala. co.

Puisi-puisi dalam buku ini mengandung berbagai pertanyaan hal-hal esensial ataupun mendasar terkait kehidupan; kematian, kuasa Ilahiah, serta berbaur dengan upaya refleksi menyelami rahasia diri (Asrari –I Khudi).

Selaras itu, penggunaan idiom- idiom yang bernapaskan Islami di sana-sini segera mengingatkan pembaca bahwa penyairnya boleh jadi sedini kanak telah akrab dan guyub dengan dunia pesantren.

Baca: Saksi Antar Ratna Sarumpaet ke Sarinah dan Pasar Raya dengan Wajah Lebam

Baca: Digigit Ular Jenis Ini Saat Cari Kayu, Kaki Bocah di Bogor Ini Membusuk Hingga Putus

Misalkan, kata ”hijrah”, “tasbih”, “sajadah”, “muhasabah”, dan lain-lain. Kata-kata tersebut tertaut secara keseluruhan di dalam puisi menghadirkan gambaran bahwa melalui puisi, sang diri kreator  tengah berusaha meraih keikhlasan hidup sekaligus pemahaman mendalam kepada Yang Satu, Tuhan Semesta Alam.

Terbaca pula pernyataan bernada Islami dengan kepedulian sosial melalui kehadiran metafor – metafornya.

Selain kisahan yang dipetik dari khazanah cerita agamanya, terdapat pula ungkapan-ungkapan yang dapat ditemukan dalam kenyataan keseharian, semisal “supermarket”,”tukang becak’, “sopir”, atau malah ungkapan gamblang tentang korupsi serta perilaku penguasa yang tiran.

Sebagai pembahas yakni sastrawan Made Adnyana Ole dan penyair Drs. H. Imam Muhayat, MA.

Keduanya akan mengulas bukan saja capaian estetik dan tematik puisi-puisi Kambali Zutas, namun menautkan pula proses kreatif dan laku keseharian penulisnya, yang selain penyair juga seorang jurnalis.

Acara diskusi dan peluncuran buku ini juga seturut memaknai HUT Tribun Bali ke-5 pada tanggal 3 April.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved