SMAN 7 Denpasar Tak Sediakan Genset saat UNBK, Ombudsman: 2 Sekolah Belum Miliki Help Desk UN

SMAN 7 Denpasar Tak Sediakan Genset saat UNBK, Ombudsman: 2 Sekolah Belum Miliki Help Desk UN

SMAN 7 Denpasar Tak Sediakan Genset saat UNBK, Ombudsman: 2 Sekolah Belum Miliki Help Desk UN
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Kepala SMAN 7 Denpasar, Cok.Istri Mirah Kusuma Widiawati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMAN 7 Denpasar terpantau berjalan dengan lancar. Kepala SMAN 7 Denpasar, Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati mengatakan UNBK di SMAN 7 Denpasar, terdiri dari tiga sesi dengan jumlah peserta 477 orang siswa. 

“Hari pertama tidak ada kendala, berjalan dengan lancar, mereka (peserta UNBK) masuk semua,” kata Cok Mirah saat ditemui di SMAN 7 Denpasar, Senin (1/4/2019)

Ia menyebut pihak sekolah sudah menyiapkan 177 unit komputer yang terbagi dalam lima ruangan dalam pelaksanaan UNBK tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Diakuinya sekolah memang tidak menyediakan genset untuk mengantisipasi gangguan teknis, namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN supaya listrik tidak dipadamkan.

Lanjutnya, selama tiga tahun dirinya memimpin dan harus melaksanakan UNBK, maka komputer yang ada di sekolah dikondisikan supaya mencukupi.

SMAN 7 Denpasar, kata dia, tidak pernah mendapat bantuan komputer dari Pemerintah Provinsi, namun pure bantuan dari orang tua murid.

Mengenai prestasi siswa, pada UNBK tahun 2018 lalu siswa program IPA SMAN7 Denpasar mendapat peringkat Ke-6 se Bali, sedangkan siswa program IPS mendapat peringkat ke-2 se Bali.

Adapun anak program IPS terdiri dari tiga kelas dengan jumlah 119 orang, dan program IPA terdiri dari sembilan kelas dengan jumlah 358 orang.

Cok Mirah mengungkapkan tahun 2019 ini merupakan tahun ketiga SMAN 7 Denpasar mengikuti UNBK. Menurutnya tujuan dilaksanakannya UNBK adalah untuk pemetaan sekolah secara nasional. “Untuk mengukur skala murid tiap tahun, ya inilah yang dipakai,” imbuhnya.

Sebelumnya Simulasi UNBK telah dilakukan sebanyak empat kali, terdiri dari simulasi nasional dua kali dan simulasi sekolah dua kali. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian.

Halaman
12
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved