3,8 Ton Daging Celeng Ilegal Diselundupkan dari Palembang

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Wilker Gilimanuk menyita 3,8 ton daging celeng ilegal yang dibawa dari Palembang, Sumatera Selatan

3,8 Ton Daging Celeng Ilegal Diselundupkan dari Palembang
Balai Karantina Gilimanuk
Daging celeng dari Palembang, Sumatera Selatan, hasil sitaan Balai Karantina Gilimanuk beberapa hari lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Wilker Gilimanuk menyita 3,8 ton daging celeng ilegal.

Daging celeng asal Palembang, Sumatera Selatan ini disita dari sebuah truk yang diperiksa usai tiba di Pelabuhan Gilimanuk.

Daging celeng tersebut disita dan sedang dalam proses pemeriksaan oleh Balai Karantina Gilimanuk.

Dikonfirmsi terkait penyitaan ini, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra membenarkannya.

"Ya memang benar ada penenagkapan itu. Ini masih kami BAP," ucap Ludra.

Menurut dia, penyitaan dilakukan sesuai dengan adanya informasi indikasi pemasukan daging celeng ke Pulau Bali.

Baca: KPU Kota Denpasar Coret 39 WNA dari DPT, 9 WNA Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih

Baca: Luna Maya Disebut Hoki, Diramalkan akan Menikah Tahun Depan

Akhirnya, pada Sabtu (30/3/2019) sekira pukul 15.00 Wita, petugas melakukan pemeriksaan ke truk-truk yang tiba.

Sempat, petugas memeriksa truk berwarna kuning nopol BG 8751 Y, awalnya hanya didapati pakan ternak.

Namun dari pemeriksaan lebih lanjut, ternyata di bawah pakan ternak ditemukan daging celeng.

Sebanyak 3.800 kg atau 3,8 ton daging celeng dan kulit celeng 225 kg tanpa dilengkapi dokumen karantina akhirnya disita.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved