Jasad Penuh Luka dalam Koper Diduga Guru Honoror, Polisi Masih Cari Potongan Kepalanya

Polisi hingga saat ini masih belum menemukan kepala mayat meski telah berhasil mengungkap dugaan sementara identitas mayat dalam koper

Jasad Penuh Luka dalam Koper Diduga Guru Honoror, Polisi Masih Cari Potongan Kepalanya
Surya
(Foto kiri) detik-detik penemuan koper berisi potongan mayat yang diduga mayat guru honorer asal Kediri. Polisi Fokus Cari Potongan Kepala Milik Guru Honores, Foto kanan Korban semasa hidup 

Jasad Penuh Luka dalam Koper Diduga Guru Honoror, Polisi Masih Cari Potongan Kepalanya

TRIBUN-BALI.COM, BLITAR - Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, mengatakan bahwa saat ini polisi masih fokus mencari kepala korban yang diduga guru honorer asal Kediri tersebut.

Polisi hingga saat ini masih belum menemukan kepala mayat meski telah berhasil mengungkap dugaan sementara identitas mayat dalam koper yang ditemukan di tepi sungai di bawah jembatan desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Betul, saat ditemukan kondisi mayat korban tanpa kepala dimasukan dalam koper. Sekarang kami fokus mencari kepala korban," kata AKP Heri Sugiono.

AKP Heri mengatakan polisi fokus mencari kepala korban mulai dari rumahnya di Kediri sampai di lokasi penemuan mayat korban di Udanawu, Kabupaten Blitar.

Baca: Tahu Kekasih Sudah Beristri, Begini Reaksi Dewi Sehingga Harus Kehilangan Nyawanya

Baca: Gadis 13 Tahun Nyaris Diterkam Paman Sendiri, Beruntung Si Ibu Terbangun Gegara Lantai Bergoyang

Baca: Miljan Radovic Ingin Persib Bandung Uji Coba Kontra Barcelona Sebelum Liga 1 2019

Baca: Skor Akhir Persija Vs Ceres Negros, Pola Ini Bikin Serangan Macan Kemayoran Selalu Kandas

Satreskrim Polres Blitar Kota sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk mencari kepala korban.

"Kami juga berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jatim," ujarnya.

Dikatakannya, polisi sudah mengetahui identitas korban.

Korban bernama Budi Hartanto (21), asal Mojoroto, Kota Kediri. Untuk memastikannya, polisi tetap melakukan tes DNA terhadap keluarga korban.

"Kami tetap melakukan tes DNA terhadap orang tua korban untuk memastikannya. Kalau identitas korban kami dapatkan dari hasil identifikasi," katanya.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved