Ngaku Sempat Deg-degan, Made Eppi Bawa Pulang Medali Emas Jatim Open 2019

Atlet Atletik Bali, Ni Made Eppi Wilantika (19) mengaku sempat merasa deg-degan saat pertandingan Jatim Open 2019

Ngaku Sempat Deg-degan, Made Eppi Bawa Pulang Medali Emas Jatim Open 2019
Dok. Pribadi Ni Made Eppi Wilantika
Ni Made Eppi Wilantika saat di podium juara Jatim Open 2019, di GOR Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet Atletik Bali, Ni Made Eppi Wilantika (19) mengaku sempat merasa deg-degan saat pertandingan Jatim Open 2019 di GOR Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur tanggal 28 -31 Maret 2019.

Ni Made Eppi Wilantika merupakan satu di antara atlet atletik Bali yang berhasil mendapatkan medali emas Jatim Open 2019 kategori Lompat Tinggi Putri dengan lompatan setinggi 163 cm.

Saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (2/4/2019), ia berbagi cerita tentang pengalamannya mengikuti kejuaraan atletik tersebut, gadis berkulit sawo matang ini mengaku deg-degan saat melakukan lomba.

“Saya sempat merasa deg-degan karena saya melawan senior yang sudah pernah ikut Sea Games dan Asian Games, tapi itu bisa saya atasi dengan berpikir positif, konsentrasi pada perlombaan, dan jangan memikirkan lawan,” tuturnya.

Baca: Rara Ramal Kehidupan Reino-Syahrini Setelah Menikah, dan Dua Artis Ini, Ungkap Kabar Bahagia InI

Baca: Tim Atletik Bali Raih 7 Medali Emas Jatim Open 2019, 7 Atlet Lolos Limit PON 2020

Walau sempat merasa deg-degan, Mahasiswi Universitas Warmadewa Jurusan Manajemen ini dapat mengalahkan lawan-lawannya di kategori Lompat Tinggi Putri dan menjadi juara, selain itu berhasil lolos limit PON 2020.

Eppi mengaku optimistis sejak awal perlombaan berlangsung karena lompatan terbaik yang ia punya sudah melewati limit PON 2020.

Limit PON untuk kategori lompat tinggi putri ialah 160 cm.

“Kalau dilihat dari segi prestasi saya sudah dari tahun lalu lewat limit (PON), lompatan terbaik saya 167 cm,” ucapnya.

Setelah Jatim Open 2019 berakhir, gadis asal Badung ini akan tetap melakukan latihan untuk menyambut event Pra PON 2019 cabor atletik lainnya seperti Jateng Open 2019.

Ia berujar akan menggenjot fisik maupun teknik bermain agar kemampuannya meningkat dan mendapatkan hasil lebih baik di kejuaraan selanjutnya.

Baca: Jangan Sedih Berkepanjangan, Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Agar Terbebas dari Bayangan Kegagalan

Baca: Khasiat Tak Terduga Batang Pohon Pisang, Mengobati Batu Ginjal Hingga Diabetes

Ia juga berencana menurunkan berat badan agar dapat mencapai atau melewati lompatan terbaiknya.

“Iya, saya berencana menurunkan berat badan dan latihan lebih giat lagi supaya bisa melewati personal best saya. Satu minggu sebelum Jatim Open 2019 kemarin berat badan saya 54 kg, sekarang sudah turun jadi 52 kg, maunya berat saya biar jadi 51 kg soalnya waktu saya lompat 167 cm itu berat badan saya 51 kg,” katanya.

Walau sudah berhasil membawa pulang medali emas dan lolos limit PON 2020, ia mengaku tetap bersemangat sampai keinginannya tercapai.

Ia bertekad mendapatkan medali emas Pra PON 2019 cabor atletik dalam Jateng Open 2019.

“Saya belum pernah ikut PON senior, dulu saya hanya pernah ikut PON Remaja pada tahun 2014 dan mendapatkan medali perak, sekarang saya ingin merasakan gimana sih rasanya ikut PON. Target saya di Jateng Open 2019 nanti bisa tetap menjadi juara 1 dan personal best meningkat,” katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved