Proses Pencarian Putu Sukerta Resmi Dihentikan, Penerawangan Balian pun Belum Berhasil

Tujuh hari sudah Tim Pencarian dan Penyelamatan Buleleng mencari Putu Sukerta.

Proses Pencarian Putu Sukerta Resmi Dihentikan, Penerawangan Balian pun Belum Berhasil
Istimewa/BPBD Buleleng
Petugas melakukan pencarian Putu Sukerta, Jumat (29/3/2019). Insert: Foto Putu Sukerta. 

Proses Pencarian Putu Sukerta Resmi Dihentikan, Penerawangan Balian pun Belum Berhasil

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tujuh hari sudah Tim Pencarian dan Penyelamatan Buleleng mencari Putu Sukerta.

Pada Rabu (3/5/2019), tim pencarian melakukan penyisiran hingga ke Teluk Gilimanuk.

Namun hingga berita ini ditulis, pria berumur 50 tahun itu belum juga ditemukan.

Kepala Pos pencarian dan Pertolongan Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, jumlah personel yang diturunkan sebanyak delapan orang, dibantu dengan warga setempat, dan petugas Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Baca: Andik Tak Berkutik, Persebaya Tumbangkan Madura United

Baca: VIDEO! SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Ceres Negros vs Persija Jakarta

Baca: Soekarno dan Pertemuan Bersama Pramugari Cantik karena Lukisan, Nikah Siri Jadi yang Kelima

Baca: Soeharto dan Pesawat Kepresidenan Seharga 16 Juta Dollar AS hingga Kado Patung Batara Guru

Pencarian difokuskan ke arah selatan hingga sejauh tiga mill dari titik hilangnya korban, atau lebih tepatnya ke arah Teluk Gilimanuk.

Namun hingga pukul 18.00 wita, pria asal Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng itu belum juga ditemukan.

Sesuai SOP, sebut Gunawan, pencarian hanya dapat dilakukan selama tujuh hari. Untuk itu pihaknya menghentikan pencarian Putu Sukerta.

Sebelumnya pencarian Putu Sukerta juga melibatkan balian (parnormal).

Keberadaan Putu Sukerta (50) hingga kini masih misterius.

Pria yang dinyatakan hilang saat memancing di perairan Pura Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng itu hingga Jumat (29/3) belum ditemukan.

Sementara keponakan korban, Ketut Merta (35) mengatakan, pihak keluarga telah berupaya menanyakan keberadaan Sukerta kepada seorang balian.

Menurut trawangan, korban disebut-sebut masih dalam keadaan hidup, berada di atas sebuah bebatuan, di kawasan Pulau Menjangan, Kecamatan Gerokgak.

Atas petunjuk paranormal itu, pihak keluarga sebut Merta, langsung melakukan penyisiran ke wilayah Pulau Menjangan.

"Pencarian masih berlanjut, tapi sampai sekarang belum ketemu. Keluarga sampai saat ini masih menyisir ke Pulau Menjangan," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved