Sefisi ISI Denpasar Angkat Sisi Lain Pulau Bali Melalui Screening Film

Sefisi bekerjasama dengan berbagai pihak mengadakan acara bertajuk ‘Sisi Lain Pulau Bali’, di Warung Gagah Jalan Pura Puseh Batubulan

Sefisi ISI Denpasar Angkat Sisi Lain Pulau Bali Melalui Screening Film
Tribun Bali/Karsiasni Putri
Sefisi bekerjasama dengan berbagai pihak mengadakan acara bertajuk ‘Sisi Lain Pulau Bali’, di Warung Gagah Jalan Pura Puseh Batubulan, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Jurusan Produksi Film dan Televisi, sejak beberapa tahun lalu membentuk Sefisi.

Komunitas ini rutin menggelar screening film yang menampilkan film-film karya mahasiswa. Acara dimaknai pula dengan sesi diskusi serta bincang-bincang mengenai film.

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret 2019, Sefisi bekerjasama dengan berbagai pihak mengadakan acara bertajuk ‘Sisi Lain Pulau Bali’, di Warung Gagah Jalan Pura Puseh Batubulan, Sabtu (30/3/2019).

Panitia Penyelenggara, Dekna menyebutkan, terdapat dua film yang ditayangkan dalam kesempatan tersebut.

“Film pertama yakni ‘Besok Saya Tidak Sekolah’ karya dari I Putu Oka Sudarsana dengan durasi film selama 20 menit. Film ini diproduksi pada 2014 dengan rumah produksi bernama Trax Video. Dan film kedua berjudul ‘Subak Yeh Buaangga-Mengalir Tapi Tak Sampai’ karya Rai Dwi Purnama Dewi yang berdurasi 23 menit. Untuk film ini diproduksi oleh Rumah Produksi Rhanada Film dengan tahun produksi 2016,” ujarnya.

Film pertama berjudul ‘Besok Saya Tidak Sekolah’ menceritakan tentang anak kecil yang berjuang untuk berangkat ke sekolah karena jarak sekolah dan rumahnya sangat jauh. Di akhir cerita, si anak dibuat kecewa karena gurunya lebih memilih datang ke sebuah acara sebagai undangan.

Sedangkan film kedua ‘Subak Yeh Buaangga-Mengalir Tapi Tak Sampai’ menceritakan tentang sistem subak yang tidak jalan.

Dekna menyebutkan, melalui pemutaran kedua film dokumenter ini, penonton bisa melihat sisi lain Pulau Dewata yang selalu dikenal sebagai Pulau Surga, namun ternyata memiliki ironi. 

Salah satu penonton sekaligus mahasiswa ISI Denpasar Jurusan Produksi Film dan Televisi semester 8, Ida Bagus Nyoman Wira Adi Putra mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya dapat mengetahui bahwa perkembangan fasilitas di Bali masih sangat kurang dan belum merata karena masih ada warga Bali yang tinggal di hutan dan harus berjalan berkilo-kilo meter jika ingin ke pemukiman warga yang lain,” ungkap Wira.

Tidak hanya pemutaran film, dalam acara tersebut Sefisi juga menghadirkan mural, live music, dan hiburan lainnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved