Tim Atletik Bali Raih 7 Medali Emas Jatim Open 2019, 7 Atlet Lolos Limit PON 2020

Tim Atletik Bali berhasil meraih 7 medali emas Kejuaraan Jatim Open 2019 di GOR Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur tanggal 28 -31 Maret 2019

Tim Atletik Bali Raih 7 Medali Emas Jatim Open 2019, 7 Atlet Lolos Limit PON 2020
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali, Ida Bagus Dipta di KONI Bali, Denpasar, Bali, Selasa (2/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Atletik Bali berhasil meraih 7 medali emas Kejuaraan Jatim Open 2019 di GOR Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur tanggal 28 -31 Maret 2019.

Bali mengirim 10 atlet atletik andalan mengikuti Jatim Open 2019, yang juga merupakan salah satu event Pra PON 2019 cabang olahraga atletik.

Dalam kejuaraan Pra PON 2019 tersebut Bali berhasil mendapatkan 7 medali emas yang diperoleh Maria Natalia Londa 2 medali emas (Lompat Jauh dan Lompat Jangkit), Dewi Ayu Agung Kurniayanti (Lari 400 meter), Ni Ketut Cita (Lari 800 meter), Ni Made Eppi Wilantika (Lompat Tinggi), Dewa Made Mudiasa (Lari 100 meter), Made Gede Antara (Lompat Tinggi).

Tidak hanya meraih medali emas, para atlet tersebut juga lolos limit PON 2020.

Selain keenam atlet tersebut, ada atlet lain yang juga lolos limit PON 2020, ialah Ni Nyoman Kerni (Lari 200 meter) yang mendapatkan peringkat keenam.

Baca: Jangan Sedih Berkepanjangan, Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Agar Terbebas dari Bayangan Kegagalan

Baca: Khasiat Tak Terduga Batang Pohon Pisang, Mengobati Batu Ginjal Hingga Diabetes

Sehingga total ada 7 atlet yang lolos limit PON 2020.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali, Ida Bagus Dipta menjelaskan bahwa para atlet yang sudah lolos limit PON 2020 tersebut belum pasti diberangkatkan ke PON 2020 karena ada syarat dari Pengprov PASI Bali yang harus dipenuhi para atlet tersebut.

“Jadi atlet-atlet yang lolos limit PON untuk atletik itu bukan pasti harus berangkat, tapi minimal pengprov memasang target tiga besar baru dia bisa berangkat, dengan demikian mereka akan berlomba-lomba berada di posisi tiga minimal. Kalau mereka sudah lolos itu artinya sudah mengantongi lolos tetapi belum pasti berangkat, jadi posisi yang ditargetkan oleh pengprov PASI Bali itu masuk 3 besar sehingga kemungkinan dia berangkat sudah besar, lolos dengan prestasi yang baik,“ katanya pada Tribun Bali di KONI Bali, Denpasar, Bali, Selasa (2/4/2019).

Baca: Bentuk Tim Prabayangan, Pengprov IWbA Bali Bersiap Hadapi Pra PON 2019 Cabor Woodball

Baca: Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat Berbadan Lebar Untuk Pelaksanaan Haji 2019

Para atlet atletik Bali yang lolos rencananya akan mengikuti event Pra PON 2019 cabor atletik lainnya seperti Kejurnas Atletik 2019.

“Ikut, nanti mungkin kalau bukan yang di Jateng Open 2019, mungkin ikut Kejurnas Atletik 2019, kan ada beberapa event yang akan diikuti, apa dari pihak KONI yang akan mengirim, ya silakan, tapi yang jelas nanti atlet-atlet yang tidak/belum lolos (limit PON) ini, target Kejurnas harus ikut karena pengecekan terakhir prestasi, yang lolos ini juga akan dibawa ke Kejurnas, jadi Kejurnas itu biasanya event Pra PON terakhir, di sana akan kelihatan siapa saja kompetitor yang masih membayangi,“ terangnya.

Event Pra PON 2019 cabang olahraga atletik selanjutnya yaitu Jateng Open 2019 yang rencananya diselenggarakan pada Juli 2019.

Pengprov PASI Bali akan mengirim atlet atletik Bali yang belum berhasil lolos limit PON 2020 di Jatim Open 2019 kemarin.

“Kalau Jateng Open 2019 mungkin yang belum lolos yang akan dibawa, jadi yang sudah lolos itu diam dulu, nanti ikut Pra PON terakhir,“ tuturnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved