Ciptakan Demokrasi Sejuk, Muslim Gianyar Deklarasi Ciptakan Pemilu Damai

Puluhan orang yang menamakan diri Komunitas Muslim Gianyar asal Jawa Timur mendeklarasikan diri mendorong Pemilu damai

Ciptakan Demokrasi Sejuk, Muslim Gianyar Deklarasi Ciptakan Pemilu Damai
Tribun Bali/Ragil Armando
Komunitas Muslim Gianyar asal Jawa Timur mendeklarasikan diri mendorong pemilu damai di Warung Target, Jalan Raden Wijaya III, Lingkungan Candi Baru, Gianyar, Selasa (2/4/2019) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Puluhan orang yang menamakan diri Komunitas Muslim Gianyar asal Jawa Timur mendeklarasikan diri mendorong Pemilu damai di Warung Target, Jalan Raden Wijaya III, Lingkungan Candi Baru, Gianyar, Selasa (2/4/2019) malam.

Deklarasi itu juga dilakukan sebagai bagian dari mendukung Polri menciptakan situasi yang sejuk, aman dan damai pada Pemilu 2019.

Kesempatan itu dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat muslim Gianyar seperti tokoh etnis Madura di Gianyar, Atam, tokoh etnis Jawa di Gianyar, Sungkono, jajaran Intelkam Polda Bali dan Polres Gianyar, serta 40 warga muslim asal Jatim yang tinggal di Gianyar.

Seperti disaksikan, acara tersebut diawali dengan ramah tamah dan dilanjutkan dengan Deklarasi Pemilu Damai.

Baca: Jatuh dari Pohon Cengkeh Setinggi 10 Meter, Made Puspa Ditemukan Meninggal Dunia

Baca: Jan Ethes Kangen Jokowi, 3 Bulan Tidak Jalan-jalan Bersama

Warga asal Jatim yang tinggal di Gianyar tersebut, mendeklarasikan diri bahwa mereka siap mendukung Polri dalam rangka menciptakan Pemilu yang sejuk, damai dan aman.

"Kami siap membantu Polri untuk mewujudkan Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk," kata Atam, tokoh asal Madura yang tinggal di Gianyar usai acara tersebut.

Komunitas Muslim Gianyar  juga menegaskan komitmennya, menolak berita bohong atau hoaks yang beredar luas di masyarakat melalui media sosial.

Baca: Erupsi Strombolian Gunung Agung Dini Hari Tadi Terbesar di Tahun 2019

Baca: Pencarian Hari Ketujuh Masih Nihil, Tak Ada Titik Terang Keberadaan Putu Sukerta

"Kami tidak akan percaya begitu saja terhadap hoaks, yang belum tentu kebenarannya dan berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan," tutur Sungkono, tokoh asal Jatim yang tinggal di Gianyar.

Baik Atam, Sungkono, maupun seluruh warga yang hadir, berharap siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 harus bisa mengayomi dan menyejahterakan rakyat.

"Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, diharapkan dapat melindungi, mengayomi dan menyejahterakan rakyat Indonesia," ujar Sungkono. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved