Gunung Agung Terkini

Gunung Agung Erupsi Dini Hari Tadi, Suara Gemuruh Terdengar hingga Pos Pantau Rendang

PVMBG Pos Pengamatan Gunung Agung mencatat terjadi erupsi pada pukul 01.31 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m

Gunung Agung Erupsi Dini Hari Tadi, Suara Gemuruh Terdengar hingga Pos Pantau Rendang
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Gunung Agung erupsi dan teramati mengeluarkan kolom abu setinggi 500 meter pagi ini, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Setelah terakhir mengalami erupsi beberapa hari lalu atau tepatnya tanggal 28 Maret 2019 kemarin, Kamis (4/4/2019) dini hari tadi, Gunung Agung kembali mengalami erupsi.

Dari laporan Volcanic Eruption Notice KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Agung mencatat terjadi erupsi pada pukul 01.31 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). 

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 3 menit 37 detik.

Baca: Pasangan Kevin/Marcus Belum Terbendung di Malaysia Open 2019

Baca: Penjualan Tiket Avengers Sudah Melampaui Dua Film Star Wars Terakhir

Selain itu gemuruh erupsi tersebut pun terdengar hingga Pos Pantau Rendang.

Saat ini Gunung Agung berada pada Status ‘Level III (Siaga)’ dengan rekomendasi:

(1) Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Baca: Petenis Spanyol Muguruza Lolos ke Putaran Kedua Monterrey Open

Baca: Anda Penderita Sakit Lambung? Ini Makanan yang Dilarang dan Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved