Hindari Transaksi Penukaran Valas Melalui Money Changer Ilegal

Money changer rentan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, bahkan bisa terjebak dalam tindak kriminal, seperti praktik pencucian uang atau pidana

Hindari Transaksi Penukaran Valas Melalui Money Changer Ilegal
TRIBUN BALI
(ilustrasi) Suasana penukaran valuta asing di Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Money changer rentan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, bahkan bisa terjebak dalam tindak kriminal, seperti praktik pencucian uang atau pidana keuangan lainnya.

Karena itu, syarat terpenting dari pedagang valuta asing adalah larangan menggunakan rekening pribadi ataupun karyawannya.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Bali, Ayu Astuti Dhama.

Ayu sapaan akrabnya, mengatakan setiap pengusaha money changer harus proaktif melaporkan sesuatu yang mencurigakan kepada Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK).

Setiap perusahaan money changer harus Know Your Customer (KYC), dan jika ada transaksi yang mencurigakan, segera laporkan pada PPATK.

Baca: Surat dari Bocah 10 Tahun Ditanggapi Serius, Ini Langkah yang Diambil Maskapai Qantas

Baca: Kenaikan Harga Kebutuhan Dapur Diperkirakan hingga Sebulan ke Depan

"Kenali customer yang akan bertransaksi. Kita antisipasi saat ini, money changer ilegal yang ada di Jakarta, Bali, Aceh, Kalimantan, banyak melakukan usaha jual beli valas, tapi tidak memiliki izin," katanya, dalam siaran pers uang diterima  Tribun Bali, Kamis (4/4/2019).

Sesuai dengan peraturan BI, money changer yang berizin dilarang bertransaksi dengan money changer yang ilegal.

Baca: Pencarian Hari Ketujuh Masih Nihil, Tak Ada Titik Terang Keberadaan Putu Sukerta

Meskipun jumlah money changer banyak bertebaran di seluruh Indonesia, tetapi masih banyak perusahaan penukaran valuta asing ini tak berizin alias ilegal.

Lanjutnya, saat ini tercatat  jumlah penyelenggara KUPVA BB, di wilayah Provinsi Bali mencapai 121 penyelenggara dengan jumlah kantor cabang sebanyak 511, sehingga secara total terdapat 632 kantor penyelenggara KUPVA BB berizin yang melakukan kegiatan usaha penukaran uang di wilayah Provinsi Bali.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved