Kenaikan Harga Kebutuhan Dapur Diperkirakan hingga Sebulan ke Depan

Faktor cuaca ekstrem hingga berbagai acara besar dalam waktu dekat ini memberikan pengaruh tersendiri terhadap kebutuhan dapur

Kenaikan Harga Kebutuhan Dapur Diperkirakan hingga Sebulan ke Depan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
PANEN - Seorang warga memetik tomat untuk dipanen, Rabu (3/4/2019). Harga bawang melambung sejak sejak beberapa pekan terakhir. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Faktor cuaca ekstrem hingga berbagai acara besar dalam waktu dekat ini memberikan pengaruh tersendiri terhadap kebutuhan dapur.

Seperti bawang merah, harga satu jenis tanaman hortikultura ini melambung sejak beberapa pekan terakhir.

Hal ini dibernarkan oleh salah satu petani bawang, Jero Ledang, Rabu (3/4/2019).

Diakui dia, harga bawang di kalangan petani saat ini cukup menggembirakan, sebab harga komoditas khas Bangli ini, terus mengalami peningkatan.

Ia memaparkan khususnya bawang, di wilayah Songan terdapat dua jenis yakni bawang Bali lokal dan bawang Bali karet.

Di antara keduanya harga bawang Bali karet yang diakuinya lebih mahal.

“Bawang Bali karet ini (ukurannya) lebih besar seperti bawang bombay namun tetap jenis bawang merah. Harganya Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang merah Rp 25 ribu per kilogram. Kalau beberapa pekan sebelumnya, harga bawang merah lokal Rp 15 ribu, dan harga bawang bali karet Rp 22 ribu,” ungkapnya.

Baca: 2.019 Siswa Tarikan Telek Khas Jumpai, Persiapan Semarapura Festival Keempat

Baca: Karya Agung Pertama dalam Sejarah Desa Pakraman Lebu, Digelar di Tiga Pura Sekaligus

Menurut pria asal Banjar Dalem, Desa Songan ini, meningkatnya harga bawang utamanya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan produksi bawang di tingkat petani tidak maksimal.

Kondisi ini pula yang juga dinilainya berpengaruh terhadap pasokan bawang dari Jawa maupun Lombok.

“Kalau di lokal Bali, seringan kami berbenturan dengan (pasokan bawang) Jawa dan Lombok. Kalau itu berbarengan panen memang sulit untuk cari harga naik. Bisa jadi, sekalipun di Jawa dan Lombok panen, pasokan mereka terbatas dan hanya cukup memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing akibat cuaca ekstrim ini,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved