Lebih Parah dari Rokok, Dua Makanan Ini Menjadi Penyebab Kematian Ribuan Orang

Daging olahan menyebabkan tingkat kematian lebih tinggi daripada kebanyakan negara lain menurut temuan yang diterbitkan dalam jurnal medis "The Lancet

Lebih Parah dari Rokok, Dua Makanan Ini Menjadi Penyebab Kematian Ribuan Orang
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Sosis dan burger dilaporkan telah membunuh lebih dari 4.000 orang Inggris hanya dalam setahun, klaim sebuah studi internasional.

Daging olahan menyebabkan tingkat kematian lebih tinggi daripada kebanyakan negara lain menurut temuan yang diterbitkan dalam jurnal medis "The Lancet", jurnal pengobatan yang terpercaya dan tertua di dunia.

Para ilmuwan menghitung bahwa ada total 90.000 kematian yang disebabkan langsung oleh pola makan yang buruk di Inggris pada tahun 2017 karena faktor-faktor seperti tidak makan buah dan sayuran yang cukup.

Mengutip dari Mirror.co.uk (03/04/2019), para peneliti menganalisis angka kematian untuk kanker kardiovaskular dan diabetes di 195 negara serta asupan 15 bahan utama dalam makanan atau minuman.

Di Inggris, mereka menemukan bahwa terlalu banyak makan makanan olahan menyebabkan 4.300 kematian dan terlalu banyak garam 14.100 kematian.

Sementara pada tingkat individu, makanan tidak dapat diidentifikasi sebagai penyebab kematian, para ahli statistik menghitung pada tingkat populasi berapa banyak nyawa yang akan diselamatkan jika kita makan jumlah makanan yang "optimal" ini.

Baca: 5 Manfaat Tempe, Mencegah Osteoporosis Hingga Menangkal Kanker

Baca: Erupsi Strombolian Gunung Agung Dini Hari Tadi Terbesar di Tahun 2019

Terlalu banyak daging bertanggung jawab atas 369 kematian, sementara terlalu banyak minuman manis menyebabkan 1.900 kematian.

Faktor-faktor lain yang diukur adalah diet yang kurang dari menu kacang-kacangan, biji-bijian, susu, serat, kalsium, makanan laut asam lemak omega-3 dan lemak tak jenuh ganda.

Kurangnya buah bertanggung jawab atas 18.400 kematian, sayuran 13.400 kematian dan biji-bijian 24.200 kematian.

Penulis Dr Christopher Murray, dari University of Washington, mengatakan, "Pola makan yang buruk bertanggung jawab atas lebih banyak kematian daripada faktor risiko lain di dunia."

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved