Saat Usaha Rumput Laut Tak Lagi Menjanjikan, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Pilih Sektor Ini

Saat sektor pertanian rumput laut tak lagi menjanjikan, banyak petani yang beralih ke sektor pariwisata sebagai sumber mata pencaharian.

Saat Usaha Rumput Laut Tak Lagi Menjanjikan, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Pilih Sektor Ini
TRIBUN BALI I WAYAN SUI SUADNYANA
Saat sektor pertanian rumput laut tak lagi menjanjikan, banyak petani yang beralih ke sektor pariwisata sebagai sumber mata pencaharian. Beralihnya petani rumput laut ke sektor pariwisata ini diakui Kelian Adat Banjar Anyar, Desa Sakti, Nusa Penida, I Wayan Dana Merta. 

Saat Rumput Laut Tak Lagi Menjanjikan, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Pilih Sektor Ini

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat sektor pertanian rumput laut tak lagi menjanjikan, banyak petani yang beralih ke sektor pariwisata sebagai sumber mata pencaharian.

Beralihnya petani rumput laut ke sektor pariwisata ini diakui Kelian Adat Banjar Anyar, Desa Sakti, Nusa Penida, I Wayan Dana Merta.

Petani beralih ke sektor pariwisata karena dinilai lebih menjanjikan untuk warga di Nusa Penida.

Terlebih keberadaan pariwisata di Nusa Penida mulai menggeliat semenjak diadakannya sejumlah event dalam tiga tahun terakhir.

Hal itu diakui Kelian Adat Banjar Anyar, Desa Sakti, Nusa Penida, I Wayan Dana Merta saat ditemui dalam persemian penginapan Sunrise Penida Hill, Sabtu (30/3/2019) sore.

Dia menjelaskan keberadaan pariwisata di Nusa Penida sejatinya memang bisa mendukung rumput laut.

Namun, pekerjaan bertani rumput laut yang lesu membuat masyarakat justru banyak beralih ke sektor pariwisata.

Satu di antara kesulitan yang dialami dalam bertani rumput laut adalah faktor alam yang situasinya tidak bisa diprediksi.

Selain itu, menjadi pekerja rumput laut harus "melawan" dingin udara pada dinihari, melawan arus, dan dan membutuhkan modal yang cukup besar.

Dana Merta menilai, hal itu menyebabkan petani rumput laut lebih melirik sektor lain terutama pariwisata.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved