3,8 Ton Daging Celeng Ilegal dari Palembang Dimusnahkan Balai Karantina Gilimanuk

Sebanyak 3.800 kilogram atau 3,8 ton dan 225 kilogram kulit babi hutan atau celeng kering dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Gilimanuk

3,8 Ton Daging Celeng Ilegal dari Palembang Dimusnahkan Balai Karantina Gilimanuk
Balai Karantina I Gilimanuk
Pemusnahan barang bukti daging celeng di lahan Balai Karantina I Gilimanuk, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 3.800 kilogram atau 3,8 ton dan 225 kilogram kulit babi hutan atau celeng kering dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Wilker Gilimanuk.

Pemusnahan daging celeng itu digelar di Kantor Balai Karantina Gilimanuk, Jumat (6/4/2019).

Pemusnahan barang bukti celeng itu didapat dari penangkapan sebuah truk asal Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra mengatakan, pemusnahan yang dilakukan sekitar pukul 09.30 Wita itu hasil penangkapan dari upaya penyelundupan daging celeng ilegal, Sabtu (30/3/2019) lalu sekitar pukul 15.15 Wita di Pos II Pintu Masuk ke Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

"Kami musnahkan usai dilakukan penyidikan terhadap sopir truk yang mengangkut berinisial TH," ucapnya.

Pemusnahan barang bukti disaksikan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait, di antaranya dari Kejaksaan Negeri Negara, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Polres Jembrana, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat, Karantina Ikan, Pos TNI Angatan Laut Gilimanuk dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar.

Baca: Pemerintah Segera Lelang Surat Utang Negara Rp 30 Triliun

Baca: Live Streaming dan Prediksi Kalteng Putra vs Arema FC di Semifinal Leg Kedua, Kick-off 20.00 WITA

Ludra menuturkan, proses penangkapan sendiri berawal dari informasi ada truk membawa daging babi hutan (celeng) dari Palembang.

Kemudian petugas karantina berkoordinasi dengan petugas kepolisian Kawasan Laut Gilimanuk.

Hingga akhirnya berhasil memberhentikan truk warna kuning dengan nomor polisi BG 8751 Y dan menyita barang bukti.

"Kami selanjutnya giring sopir truk ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Daging babi hutan dan kulitnya itu tidak dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan karantina daerah asal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved