Prasasti Masa Kerajaan Udayana Sampai Jayapangus Beirsi Batas Desa hingga Nama Pejabat

Balar Bali bersama Tim Peneliti Universitas Udayana mengidentifikasi prasasti milik Dadia Pasek Bebetin

Prasasti Masa Kerajaan Udayana Sampai Jayapangus Beirsi Batas Desa hingga Nama Pejabat
Balar Bali
Balai Arkeologi (Balar) Bali bersama Tim Peneliti Universitas Udayana mengidentifikasi prasasti milik Dadia Pasek Bebetin, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Balai Arkeologi (Balar) Bali bersama Tim Peneliti Universitas Udayana kembali mengidentifikasi prasasti, Jumat (5/4/2019). 

Kali ini bertepatan di Dusun Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng, atau lebih tepatnya prasasti milik Dadia Pasek Bebetin yang dibuat pada masa Kerajaan Udayana hingga Raja Jayapangus.

Koordinator Peneliti Balai Arkeologi Bali, Nyoman Sunarya mengatakan, prasasti yang diidentifikasi berjumlah 8 lempeng, dan dibagi menjadi tiga kelompok. 

Kelompok pertama yakni Yumupakatahu atau prasasti yang dibuat tanpa memiliki nama raja, namun terdapat angka pembuatannya, yakni pada tahun 818 Caka.

Dalam kelompok ini terdapat tiga lempeng prasasti, yang berisikan tentang batas-batas desa hingga penetapan Sima Hyang Api (tempat suci).

Baca: Gubernur Koster Siapkan Konsep Penataan Kawasan Suci Besakih

Baca: Manchester United Akan Lepas Enam Pemain Sekaligus, Siapa Saja Mereka?

Sedangkan kelompok kedua dibuat pada masa kerajaan Udayana, dengan tahun pembuatan 911 caka.

Jumlah prasastinya sebut Sunarya sebanyak tiga lempeng.

Hanya saja isinya belum diketahui karena lempeng empat dan enam tidak ditemukan.

"Kelompok dua itu hanya ada lempeng 3, 5 dan 7. Sedangkan lempeng 4 dan 6 tidak ditemukan. Harusnya ada," katanya.

Sementara itu kelompok tiga dibuat pada masa kerajaan Jayapangus tahun 1103 caka.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved