Hindari 7 Kalimat Ini Agar Tak Menyakiti Hati Pasangan

Komentar yang menyakiti hati bisa keluar begitu saja dari hati yang terdalam, namun pada kebanyakan kasus tak disadari bakal menyakiti

Hindari 7 Kalimat Ini Agar Tak Menyakiti Hati Pasangan
intisari-online.com
Ilustrasi pertengkaran. Hindari 7 Kalimat Ini Agar Tak Menyakiti Pasangan. 

Jika kamu menyadari pasanganmu terlihat menghindar dari percakapan tersebut, artinya, itu adalah tanda bahwa percakapan tersebut berpotensi membuat mereka merasa kesal atau memicu emosi negatif lainnya.

Itu tidak selalu berarti mereka tidak ingin membicarakannya, atau mereka tidak ingin melakukannya, namun pekalah seberapa besar mereka memang ingin membicarakannya.

4. Kategorisasi "selalu" atau "tidak pernah"

Ini akan membuat pasanganmu merasa mereka terhenti pada sebuah pola perilaku tertentu.

Terapis pernikahan dan keluarga tersertifikasi, Carrie Krawiec menjelaskan, komentar-komentar seperti itu akan membuat pasangan merasa diremehkan, dikritik berlebihan, atau bahkan dituduh.

Baca: Blak-blakan, Kuasa Hukum Sudikerta Curiga Ada Pihak Manfaatkan Isu Sudikerta Melarikan Diri

Baca: Sopir Taksi Online Ini Selalu Dapatkan Bintang 5, Ternyata Hal Ini yang Dilakukan pada Penumpangnya

Krawiec mengatakan, hal itu lebih seperti menyerang karakter seseorang dan kekerasan terhadap batasan pribadi.

"Sikap itu seperti melakukan stereotype terhadap seseorang. Ini sama dengan kekerasan terhadap batasan pribadi sebab kamu tidak benar-benar bisa tahu tentang pengalaman seseorang," ujar dia.

5. Menggunakan istilah penyakit mental

Menggunakan istilah penyakit mental seperti "depresi", " bipolar" atau "PTSD" tanpa diagnosa aktual untuk mengkritik pasangan atau orang lain bisa berdampak negatif bagi mereka.

"Itu bisa sangat menyakitkan ketika tidak disampaikan dengan perlakuan yang penuh kasih sayang," kata Tawwab.

6. Menghina

Kalimat menghina seperti "kamu seperti ibumu", "kamu dulu orang susah" atau "berhentilah terlalu dramatis" sangatlah tidak baik dan bisa menjatuhkan kehormatan seseorang.

Ini seperti memberi sinyal bahwa ada yang salah dari diri mereka.

Mengabaikan jika orang lain bisa mendengar, atau kamu hanya bercanda, komentar-komentar semacam ini bisa sangat sulit untuk diresapi dan bisa membuat pasanganmu merasa rendah.

Apalagi jika kamu mengajak orang untuk membicarakan hal itu.

"Mengajak orang untuk membicarakan tentang pribadi pasanganmu itu sangatlah berbahaya."

"Membuat malu di depan publik bukanlah cara yang tepat membuat seseorang memperbaiki diri," kata Tawwab.

Baca: Live Streaming Juventus vs AC Milan Kick-off 00.15 WITA di Bein Sports 3, Juve Bisa Raih Scudetto

Baca: TRIBUN WIKI - Informasi Lengkap 13 Klinik Kecantikan Terbaik di Denpasar

7. Mengatakan "mereka seharusnya menjadi"

Mengatakan agar pasanganmu seharusnya menjadi sesuatu atau melakukan sesuatu benar-benar bisa menjatuhkannya.

Ini akan membuat dia terlihat tidak cukup baik dan membuat mereka merasa dikontrol.

Krawiec mengatakan, perkataan tersebut bisa menyiratkan ekspektasi tertentu.

"Semakin ekspektasi tersebut seperti sulit dicapai, akan semakin tidak bahagia kamu dan pasanganmu."

"Kebahagiaan adalah ketika ekspektasi tidak lebih tinggi dari realita," ujar dia.

Jika kamu merasa pernah atau biasa mengatakan kalimat-kalimat tersebut, ada baiknya kamu mulai berubah dan menggunakan kata "aku", serta mengurangi kata "kamu".

Ini mencegah kesan pasanganmu merasa dipermalukan, disalahkan atau dikritik.

Selain itu, rajinlah berkomunikasi soal perasaan tentang bagaimana caramu berbicara kepada dia.

Ini mungkin memerlukan kerendahan hati lebih, namun bisa membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.

Jika perlu, bicaralah dengan profesional untuk menyelesaikan masalah komunikasimu.

Ini agar komunikasimu bersama pasangan lebih efektif, lebih sehat, dan lebih penuh kasih sayang.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Agar Tak Menyakiti Pasangan, Hindari 7 Kalimat Ini

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved