Malam Ini ISI Denpasar Tampilkan Sendratari di Hadapan Wapres, Perayaan Dharma Santhi Nyepi Nasional

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mengatakan seluruh rangkaian acara melibatkan seniman-seniman dari ISI Denpasar

Malam Ini ISI Denpasar Tampilkan Sendratari di Hadapan Wapres, Perayaan Dharma Santhi Nyepi Nasional
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ditunjuk Panitia Nasional Dharma Santhi Nyepi 2019 untuk mengisi seluruh acara kesenian yang akan berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/4/2019) malam ini.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mengatakan seluruh rangkaian acara melibatkan seniman-seniman dari ISI Denpasar, mulai dari penyambutan undangan hingga penampilan sendratari kolosal, yang mana acara juga akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla.

“Seluruh acara kesenian itu kita yang mengisi. Mulai dari lagi-lagu Bali bernuansa rohani sebelum acara dimulai. Kemudian lagu Indonesia Raya dengan orkestra dan kur ISI Denpasar, serta ada tari penyambutan,” kata Prof. Gede Arya saat ditemui di Kampus ISI Denpasar kemarin.

Baca: Ditemui di Polda Bali, Dayu Sudikerta : Waktu Diamankan Bapak Tidak Sempat Nelpon

Baca: Prabowo Cerita Saat Soeharto Disarankan Mundur dari Jabatan Presiden Bukan Karena Saya Tidak Loyal

Selanjutnya yang paling menarik adalah, ISI Denpasar akan menampilkan seni pertunjukan sendratari yang berjudul ‘Swarga Rohana Parwa’.

Petunjukan ini menceritakan ketika Prabhu Dharmawangsa sudah sampai di Sorga, yang menjadi pedoman dalam kehidupan kekinian, antara kebajikan dan kebatilan.

Ia menjelaskan pesan dalam garapan tersebut, bahwa segala perbuatan jahat awalnya pasti dinikmati.

Awalnya memang bersenang-senang, namun apa yang ditanam maka itu yang akan dipetik. Jika berbuat jahat pasti akan mendapat hukuman yang setimpal. 

“Seperti perbuatan korupsi, yang awalnya pasti senang menikmati hasil korupsinya. Namun tidak lama kemudian, mereka akan menikmati hasil dari perbuatan dosa itu sesuai dengan ganjaran setimpal menurut karma buruknya,” terangnya mencontohkan.

Baca: 17 Pasangan Nikah Massal di Pura Penataran Agung Desa Pengotan, Begini Prosesinya

Baca: Gubernur Bali Cium Ada Penipuan dengan Menjanjikan Jadi PNS, Korbannya 48 Orang

Garapan sendratari ini akan melibatkan  mahasiswa dari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar  yang berjumlah sekitar 200 orang.

Selain menampilkan Sendratari, ISI Denpasar juga akan menyuguhkan Tari Rejang Pakuluh yang akan melibatkan 15 orang penari. 

Adapun tema dalam perayaan Dharma Santi Nasional serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941 adalah ‘Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Sukseskan Pemilu 2019’.

“(Tema) Ini juga memberi semacam masukan-masukan terhadap situasi yang berkembang saat ini, yakni menjelang dilaksanakannya Pesta Demokrasi,” ucap Prof Gede Arya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved