Mata Kelima Perempuan Itu Berkaca-kaca, Jaksa Tahan Mantan Kolektor LPD Desa Adat Kapal

Aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Badung menahan lima perempuan mantan kolektor LPD Desa Kapal atas dugaan kasus korupsi

Mata Kelima Perempuan Itu Berkaca-kaca, Jaksa Tahan Mantan Kolektor LPD Desa Adat Kapal
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
PEMERIKSAAN - Lima tersangka saat menjalani pemeriksaan berkas di Kantor Kejari Badung, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Aparat  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Badung menahan lima perempuan mantan kolektor LPD Desa Adat Kapal, Jumat (5/4/2019).

Mata kelima perempuan itu pun tampak berkaca-kaca.

Penahanan dilakukan jaksa setelah I Made Ladra (53) divonis pidana penjara selama tiga setengah tahun dan mengembalikan uang sebesar Rp 1.796.916.100 dalam kasus penggelapan uang LPD Desa Adat Kapal.

Lima tersangka itu yakni Ni Luh Rai Kristianti (50) asal Lingkungan Banjar Celuk, Kapal, Badung, Ni Kadek Ratna Ningsih (37) asal Banjar Tegal, Kelurahan Kapal, Badung, Ni Wayan Suwardiani (36) asal Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Badung, Ni Made Ayu Ardianti (42) asal Banjar Titih, Kelurahan Kapal, Badung dan terakhir Ni Nyoman Sudiasih (36) dari Banjar Lagon, Kelurahan Kapal.

Pantauan Tribun Bali selama penyidikan, Jumat (5/4/2019) siang, kelima perempuan itu terlihat merenung dengan mata berkaca-kaca.

Suami dari para mantan kolektor tersebut tampak mendampingi tersangka.

Baca: Stefano Cugurra Blak-blakan Soal Peluang Fahmi Diturunkan pada Laga Uji Coba Sore ini

Baca: Gencarkan Pengendalian Rabies, 550 Ribu Vaksin Harus Tuntas Dalam 30 Hari

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kajari Badung, Cakra Yudha Hadi Wibowo yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan telah menahan lima tersangka terkait dugaan korupsi di LPD Desa Adat Kapal.

"Sekarang kami lakukan tahap II. Mereka akan kami titipkan di Lapas Kerobokan," ujarnya.

Dikatakannya, lima tersangka akan ditahan selama 20 hari.

"Mereka ini bekerja sama dengan Ketua LPD Desa Adat Kapal yang sudah divonis. Bahkan dari penuturan tersangka, ada yang mengaku uangnya digunakan untuk membuat usaha warung babi guling," tutur Cakra.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved