RSJ Bali Libatkan Pasien Dalam Simulasi Bencana

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali kembali melakukan simulasi bencana, Jumat (5/4/2019)

RSJ Bali Libatkan Pasien Dalam Simulasi Bencana
RSJP Bali
SIMULASI - Suasana simulasi bencana di RSJ Bali, Bangli, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali kembali melakukan simulasi bencana, Jumat (5/4/2019).

Berlokasi di gedung diklat RSJP Bali, simulasi tersebut melibatkan 200 orang.

Direktur RSJ Bali, I Dewa Gede Basudewa mengungkapkan simulasi kebencanaan yang dilakukan pihaknya tidak lain untuk mengantisipasi sejumlah potensi kebencanaan yang terjadi.

Simulasi ini dilakukan secara rutin sehingga kesiapsiagaan terhadap bencana kian melekat pada seluruh tenaga medis yang ada di RSJP Bali.

“Simulasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi wawasan kami, kaitannya dengan keterampilan teknis masing-masing staf,” ujar Basudewa didampingi Ka Satgas Kesiapsiagaan Bencana RSJ Bali, dr. I Putu Arya Giri Prebawa.

Baca: 27 Orang Tak Lulus Seleksi P3K, Sugatra Sempat Usulkan ke Pusat Agar Dibantu

Baca: Bawaslu Kesulitan Cari Pengawas TPS, Denpasar Kurang 400 Orang, Persyaratan Umur Jadi Kendala

Menurutnya, pemicu kebencanaan terdiri dari dua faktor yakni akibat ulah manusia serta bencana akibat alam.

Sebab itu, simulasi yang digelar saat ini terfokus pada dua jenis bencana yakni kebakaran, gempa bumi, serta abu vulkanik gunung berapi.

Selain melakukan simulasi terkait penyelamatan diri, kegiatan ini dibarengi pula dengan pelatihan terkait evakuasi korban.

“Yang terlibat saat ini pegawai RSJ Bali, siswa-siswi magang, serta pasien RSJ Bali dengan total keseluruhan mencapai 200 orang. Dari simulasi ini kami bisa menilai respons dari masing-masing pegawai dalam menyiapkan, menjaga, dan menyelamatkan para pasien di RSJ ketika menghadapi bencana yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Baca: Merpati Bali Torehkan Kemenangan Ketiga Beruntun, Tekuk GMC Cirebon 47-40 pada Srikandi Cup Seri 3

Baca: Kisah Ibu Mumun Sumiati Rela Keliling Jalan Raya Demi Jual Ginjalnya, Terungkap Cerita Pilu Ini

Basudewa menambahkan, para pasien yang notabene merupakan ODGJ, telah menerapkan agar bersembunyi di bawah tempat tidur untuk menyelamatkan diri.

Selain simulasi, lanjut Basudewa, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terkait efektivitas dari pelatihan yang kaitannya dengan satu jenis kebencanaan.

Pihaknya berharap seluruh pegawai bisa mengidentifikasi titik-titik hambatan dalam evakuasi khususnya di gedung berlantai empat.

“Yang lebih kami tekankan adalah pelatihan dalam evakuasinya dari lantai atas hingga menuju ambulans yang berada di lantai dasar. Siswa-siswi magang ini terus mengalami pembaharuan setiap tiga bulan, dan kami juga tidak tahu kapan bencana itu bisa terjadi,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved