Suarjana Bawa Kabur Rp 63 Juta, Modal Dokumen Palsu Tega Tipu Petani untuk Berjudi

I Dewa Made Suarjana (53) diamankan polisi setelah nekat melakukan penipuan terhadap temannya

Suarjana Bawa Kabur Rp 63 Juta, Modal Dokumen Palsu Tega Tipu Petani untuk Berjudi
Polsek Selemadeg Timur
PENIPUAN - Pelaku penipuan, I Dewa Made Suarjana mengenakan pakaian tahanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - I Dewa Made Suarjana (53) diamankan polisi setelah nekat melakukan penipuan terhadap temannya, seorang petani bernama I Nyoman Subagia alias Pekak Putri (63) beberapa bulan lalu.

Dewa Suarjana berhasil menggondol uang Pekak Putri senilai Rp 63 juta.

Kejadian tersebut dilakukan pelaku di rumah korbannya di Banjar Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

Pelaku yang tinggal di Banjar Jadi Babakan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, melakukan aksinya dengan bermodalkan fotokopi sertifikat tanah palsu dan beberapa lembar dokumen palsu lainnya.

Dengan bukti lembar palsu tersebut, pelaku mengaku kepada korban bahwa tanah miliknya sudah laku terjual dan saat ini sedang membutuhkan dana untuk mengurus surat jual belinya.

Alasan tersebut diperkuat oleh pelaku dengan memperlihatkan sejumlah lembar bukti uang yang tersimpan di bank, bukti penjualan tanah, dan sertifikat palsu.

Baca: RSJ Bali Libatkan Pasien Dalam Simulasi Bencana

Baca: 27 Orang Tak Lulus Seleksi P3K, Sugatra Sempat Usulkan ke Pusat Agar Dibantu

Nyoman Subagia pun langsung percaya dengan pelaku dan memberikan uang kepada pelaku senilai Rp 63 juta. 

“Pelaku berhasil membawa uang korban Rp 63 juta, dan uangnya digunakan oleh pelaku untuk berjudi,” ungkap Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Putu Oka Suyasa, Jumat (5/4/2019).

Dia menceritakan, awalnya tersangka Dewa Suarjana datang ke rumah korban Pekak Putri pada 16 Juli 2018 lalu.

Setelah bertemu dengan korban, pelaku menyampaikan bahwa saat ini Suarjana sedang butuh uang untuk mengurus surat-surat jual beli tanah miliknya yang dibeli oleh seseorang bernama H. Musdiadi.

Ia beralasan uang yang sudah dibayarkan pembeli masuk ke bank namun belum bisa dicairkan karena urusan surat jual beli belum selesai. 

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved