3 Fakta Kasus Pria Tewas Dimutilasi di Blitar, Ibu Korban Takut Melihat TV & Mendengarkan Radio
Polisi terus mendalami kasus pembunuhan sadis seorang pria yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam koper di Blitar, Jawa Timur.
TRIBUN-BALI.COM - Polisi terus mendalami kasus pembunuhan sadis seorang pria yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam koper di Blitar, Jawa Timur.
Pria yang menjadi korban mutilasi ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.
Polda Jatim hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku terduga kuat pembunuh mayat dalam koper tanpa kepala.
Identitas mayat dalam koper adalah seorang guru honorer di Kediri bernama Budi Hartanto (28).
Sebelumnya penyidik Polda Jatim memeriksa 16 orang saksi.
Sebanyak 16 orang saksi tersebut terdiri dari saksi yang menemukan serta teman-teman dekat korban.
Untuk diketahui, jasad Budi Hartanto (28) ditemukan mengenaskan di dalam sebuah koper di pinggir lahar jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar.
Meski telah melakukan perluasan, pihak kepolisian belum menemukan bagian kepala Budi Hartanto.
Berikut ini fakta terbaru mayat dalam koper tanpa kepala dirangkum Tribunnews.com dari Surya.co.id.
1. Pelaku diduga kenal dekat dan sangat kenal korban
Seyelah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi, polisi mencurigai dua orang teman dekat korban yang diduga kuat sebagai pelaku mutilasi.
"Saat ini kami sedang lakukan pengejaran terhadap dua orang itu," beber Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera kepada awak media, Sabtu (6/4/2019).
Pihaknya menduga pembunuhan tidak dilakukan oleh satu orang pelaku.
"Artinya pembunuhan itu ada yang membantu dan ada yang memperlancar," tandasnya.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar bersama sejumlah anggota menyisir sungai di sekitar lokasi penemuan mayat pria tanpa kepala di dalam koper di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (5/4/2019). SURYA/SAMSUL HADI (Surya/Samsul Hadi)
Kedua terduga pelaku mutilasi disebut berasal dari satu komunitas yang sama dengan Budi Hartanto.