Tak Putus Asa, Pihak Sudikerta Akan Terus Ajukan Penangguhan Penahanan

Tak Putus Asa, Pihak Sudikerta Akan Terus Ajukan Penangguhan Penahanan

Tak Putus Asa, Pihak Sudikerta Akan Terus Ajukan Penangguhan Penahanan
Kolase
Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta saat masih mengikuti Pilgub Bali dan kemarin, Jumat (5/4/2019) sore saat sudah menjadi tahanan Polda Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah ditangkap di Bandara, Kamis (4/4/2019) lalu, Mantan Wagub Bali, Ketut Sudikerta telah mendekam di rutan Polda Bali, sejak malam itu juga.

Dir Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, mengatakan pemeriksaan terhadap Sudikerta berlanjut pada Senin (8/4/2019).

Namun, saat dikonfirmasi Penasehat Hukum Sudikerta, I Wayan Sumardika, mengaku belum menerima informasi jikalau ada jadwal pemeriksaan terhadap kliennya tersebut.

Baca: BREAKING NEWS: Wanita Ditabrak di Jalan Hayam Wuruk, Korban Bersimbah Darah hingga Susah Bernafas 

"Besok belum ada jadwal pemeriksaan, dan sampai malam ini belum ada konfirmasi dari penyidik. Agenda kami besok akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan baru, itu yang pertama.

"Kedua, tentu kami yang baru sebagai penasehat hukum, maka kami akan menanyakan, sejauh mana perkara ini dan apa yang sesungguhnya terjadi," kata Sumardika saat dikonfirmasi, Minggu (7/4/2019), malam ini.

Dia melanjutkan, terkait surat penangguhan penahanan itu, pihaknya juga akan membahasnya lagi.

Baca: Tak Mau Diajak Berhubungan Intim, Pria Aniaya Istri Siri

"Kira-kira secara administrasi mungkin apa yang perlu kami lengkapi lagi. Jadi kami mempertanyakan kelengkapan administrasi apa saja yang perlu kami lengkapi. Mungkin jadwal ke Polda Bali besok agak siang dikit, nanti kami kabari," lanjut dia.

Lebih jauh dia menuturkan, hal itu juga membuat pihaknya mengetahui, apa yang terjadi dan apa yang diterangkan kliennya.

"Tentu besok, karena statusnya sebagai tersangka dan ditahan maka kami akan memeriksa berita acara pemeriksaan klien kami. Dari sana akan kami pelajari apa yang sesungguhnya terjadi. Di samping memang kami mengintensifkan komunikasi dengan penyidik," tuturnya.

Karena sesungguhnya, ungkap dia, permohonan penangguhan penahanan dapat disetujui, kemudian timnya menyampaikan pendapat kepada klien untuk mencari upaya-upaya penyelesaian kasus itu, begitu juga dengan pihak korban.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved