Jangan Tergoda Merk karena 5 Trik Penjualan Ini Sering Dilakukan Label Fashion

Dunia fesyen yang glamor memang menarik karena hanya segelintir orang yang bisa memilikinya.

Jangan Tergoda Merk karena 5 Trik Penjualan Ini Sering Dilakukan Label Fashion
Idea
Ilustrasi lemari pakaian 

TRIBUN-BALI.COM - Dunia fesyen yang glamor memang menarik karena hanya segelintir orang yang bisa memilikinya.

Selain kualitas dan desain yang eksklusif, produk tersebut bisa tetap laris karena menjadi simbol status.

Pakaian keluaran rumah mode adalah barang mewah yang tidak dijual melalui logika, melainkan emosi.

Misalnya, kita tak membutuhkan jaket Dior seharga 50 juta rupiah, namun kita tetap membelinya karena tertarik dengan model dan citranya.

Berikut adalah beberapa trik yang sering dipakai barang-barang branded dalam memasarkan produknya.

1. Pakaian tidak dibuat sesuai label yang tertera

Kita mungkin berpikir label bertuliskan "Made in Switzerland" di arloji kita benar-benar dibuat di Swiss atau label "Made in Italy" di sepatu memang menunjukan lokasi pembuatannya.

Baca: Tempe Makin Populer di Berbagai Belahan Dunia, Pasarnya Bisa Mencapai Rp 3,6 Triliun

Baca: Grab Target Ingin 4 Kali Lipat Lebih Besar dari Go-Jek

Sayangnya, apa yang tertera dalam label belum tentu sesuai dengan kenyataan, apalagi ada aturan pemerintah yang ingin melindungi industri dalam negeri dan memungkinkan persaingan dalam hal harga.

Di Eropa, label negara asal secara umum hanya menunjukan pemrosesan substansial terakhir yang dibenarkan secara ekonomi telah dibuat di negara pada label yang tertera.

Berdasarkan laporan Guardian, sepatu produk Louis Vuitton hanya proses penjahitan akhir saja yang dilakukan di Italia. Untuk pembuatan sol, itu dilakukan di Rumania.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved