Kandidat Peraih Nobel Sastra, Gerald Murnane Putuskan Berhenti Publikasikan Karyanya

Novelnya Border Districts, yang terbit tahun 2017, masuk dalam daftar nominator menerima the Miles Franklin,

Kandidat Peraih Nobel Sastra, Gerald Murnane Putuskan Berhenti Publikasikan Karyanya
ABC art : ZAN WIMBERLEY
GERALD MURNANE 

Kandidat Peraih Nobel Sastra, Gerald Murnane Putuskan Berhenti Publikasikan Karyanya

TRIBUN-BALI.COM - Sejak novel pertamanya, Tamarisk Row, terbit tahun 1974, Gerald Murnane telah dikenal sebagai penulisnya para penulis.

Karyanya dihargai sangat baik para pelaku sastra, namun belum dibaca oleh publik luas.

Dalam artikelnya, Sarah L'Estrange, yang dirilis oleh abc.net.au, menuliskan sebagai penulis dari 16 buku fiksi, non-fiksi, dan puisi, Murnane juga diingat karena sempat tidak memenangkan penghargaan The Miles Franklin, dikenal di Australia sebagai penghargaan sastra tertinggi.

Namun pada tahun 2018, sejumlah peristiwa terjadi yang seakan mengubah semua pandangan itu.

Novelnya Border Districts, yang terbit tahun 2017, masuk dalam daftar nominator menerima the Miles Franklin, juga memenangkan the Prime Minister's Literary Award untuk Best Fiction, serta meraih a US release via Farrar, Straus and Giroux (bersamaan dengan koleksi cerita pendeknya).

Kemudian, The New York Times menyebut-nyebut bahwa Gerald Murnane bakal menjadi menerima penghargaan Nobel berikutnya dalam bidang sastra. Ia juga disebut sebagai “Penulis berbahasa Inggris Terbaik yang masih hidup namun tidak banyak diketahui orang”. (Penghargaan tahun 2018 dibatalkan karena adanya skandal seks).

Penghargaan tersebut sesungguhnya tidaklah baru bagi Murnane.

Baca: Tampil Perdana di Liga 1 2019, Bali United Bertandang ke Markas Madura United, Ini Jadwal Lengkapnya

Baca: Ini Jadwal Lengkap 8 Laga Liga 1 2019, Bali United Dikepung Tim-tim Kuat, Begini Komentar Coach Teco

Baca: Begini Cara Menunjukkan Rasa Empati Kepada Korban Kekerasan Seksual

Ia mengatakan selama 10 tahun belakangan ini telah dinominasikan sebagai kandidat peraih Nobel.

Bagaimanapun hal tersebut sudah memberikan kepuasan tersendiri baginya.

“Kepuasan itu datang, cukup hanya dengan diakui sebagai kandidat dari Australia, walau kemudian ada kemungkinan aku sungguh akan meraihnya.” Atensi dari reporter internasinal tentunya mendorong dia untuk melangkah melampaui batasnya.

Tahun ini, Murnane mempublikasikan dua buku. Bagian keempat novel A Season on Earth (Text) yang ditulis lebih dari 40 tahun lalu, namun belum pernah dipublikasikan secara utuh. Lainnya adalah buku kumpulan puisi berjudul Green Shadows (Giramondo).

Hanya saja, ironisnya, dia juga mengumumkan bahwa dirinya tidak akan lagi menulis untuk dipublikasikan. Melainkan menulis hanya untuk diri sendiri. (*)

Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved