Kisah Ini Mengajarkan Bahwa Lidah Bisa Menyebabkan Sesuatu yang Fatal, Bahkan Kematian

Karena jika salah berucap maka akibatnya bisa fatal.Kesengsaraan, penyesalan, bahkan hingga kematian.

Kisah Ini Mengajarkan Bahwa Lidah Bisa Menyebabkan Sesuatu yang Fatal, Bahkan Kematian
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi lontar. 

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kata pepatah, lidah lebih tajam dari pisau.

Salah berucap, akan fatal jadinya.

Sehingga dalam kehidupan ini, sebagai manusia, sudah seharusnya menjaga kata-kata atau menjaga lidah.

Karena jika salah berucap maka akibatnya bisa fatal.

Kesengsaraan, penyesalan, bahkan hingga kematian.

Dosen Bahasa Bali Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa mengatakan ada beberapa kisah dalam lontar maupun kisah-kisah bernafaskan Hindu yang terkena sial bahkan menemui ajal akibat salah ucap.

Sisupala dalam kisah Mahabharata, saat upacara Rajasuya Yadnya yang dilakukan oleh Yudistira kepalanya dipenggal oleh Kresna karena menghina dirinya hingga 100 kali.

"Yudistira bingung mencari siapa sosok yang berhak mendapat penghargaan karena berjasa dalam pendirian Kerajaan Indraprasta. Atas saran Bisma maka disarankanlah Kresna. Saat pemberian penghargaan Sisupala terus menghina Krisna. Dan saat hinaan ke seratus akhirnya kepala Sisupala dipenggal dengan cakra sudarsana," kata Guna.

Ketika itu Sisupala menurut Guna menghina Krisna dengan mengatakan Krisna bukan terlahir dari garis keturunan kesatria.

Sisupala juga mengatakan Krisna adalah pengembala dan Krisna juga diangggap sebagai seorang pencuri.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved