Lurah Ubud Gelar Pertemuan Rutin Bulanan dengan Para Kepala Lingkungan di Ubud

Menurut dia, mungkin saja ada permasalahan di lingkungan, yang bisa diskusikan dan mencari solusi bersama.

Lurah Ubud Gelar Pertemuan Rutin Bulanan dengan Para Kepala Lingkungan di Ubud
dok Kelurahan Ubud
Lurah Ubud Wayan Permadi bersama para Kaling se-Ubud saat bertemu di Artini Resort Ubud, Minggu (7/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR  -  Lurah Ubud, Wayan Permadi bersama para kaling menggelar pertemuan di Artini Resort Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (7/4/2019) siang.

"Kita melakukan pertemuan rutin setiap bulan. Untuk sharing informasi. Sharing permasalahan. Untuk pengetahuan kita bersama. Tujuannya, untuk Ubud yang aman dan damai. Para Kaling juga masih baru. Sehingga kami bertemu menyamakan persepsi," kata Permadi kepada Tribun Bali.

Menurut dia, mungkin saja ada permasalahan di lingkungan, yang bisa diskusikan dan mencari solusi bersama.

"Bulan depan Kaling lainnya lagi yang tuan rumah pertemuan. Materi juga sudah pasti berbeda. Tergantung kebutuhan juga. Karena Kaling masih baru jadi kita fokus terhadap administrasi kependudukan warga di lingkungan masing- masing.
Kemudian permasalahannya kami mencari solusi bersama, " katanya.

Menurutnya, dengan rutinitas ini, hingga saat ini Ubud aman karena kinerja para kaling, dan semuanya berjalan baik.

Kaling Dua periode Banjar Padang Tegal Kelod Ubud, Komang Wirajaya, menambahkan, semua kaling dan kelurahan Ubud bertukar pikiran dalam pertemuan rutin ini.

Tukar pengalaman dan permasalahan yang dialami warga.

"Acara digelar di Artini Resort Ubud. Diikuti semua kepala lingkungan. Bagus pertemuan seperti ini. Berbagi persoalan dan pengalaman bagaimana mencari solusi dan pemecahannya. Setiap bulan ketemu itu bagus. Kita minta sesama solusi dan saran dari teman Kaling. Di lingkungan saya aman sejauh ini, "jelas Wirajaya.

Kaling Termuda Banjar Tegal Mekar Sari drg. I Dewa Gde Putra Utama juga mengapresiasi kegiatan pertemuan seperti ini.

Sebagai kaling muda, tentu membutuhkan banyak masukan karena harus dedikasi waktu 24 jam untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga setempat.

"Sangat apresiasi kegiatan pertemuan, karena menambah wawasan sebagai kaling muda (lima bulan Kaling) , dalam berkarya mendedikasi diri membantu dan menyesalesaikan persoalan yang dihadapi warga banjar," katanya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved