Setelah Polemik, Yayasan Dwijendra Ingin Kembali pada Visi dan Misi Para Pendiri

Polemik di internal Yayasan Dwijendra yang terjadi beberapa bulan lalu kini telah berhasil diselesaikan.

Setelah Polemik, Yayasan Dwijendra Ingin Kembali pada Visi dan Misi Para Pendiri
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Yayasan Dwijendra I Ketut Wirawan saat ditemui awak media usai kegiatan Dharma Santhi Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin (8/4/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Polemik di internal Yayasan Dwijendra yang terjadi beberapa bulan lalu kini telah berhasil diselesaikan.

Setelah berhasil mengarungi ”prahara rumah tangga” itu, kini pihak yayasan mulai berbenah.

Salah satu upaya pembenahan yang dilakukan yakni kembali pada cita-cita para pendiri yayasan.

Ketua Yayasan yang saat ini dijabat oleh I Ketut Wirawan mengatakan, pihaknya memang ingin mengembalikan cita-cita yayasan sesuai dengan yang diharapkan oleh para pendiri pada tahun 1953 lalu.

Cita-cita tersebut yakni Yayaysan Dwijendra ingin menunjukkan bahwa Agama Hindu itu ada, mengingat waktu itu keberadaan Agama Hindu belum diakui oleh pemerintah.

Oleh karena itu, para pendiri membangun yayasan guna mengembangkan agama, budaya dan kesusastraan.

“Nah waktu itulah dia (para pendiri) membangun sekolah melalui pendidikan ini,” kata Wirawan saat kegiatan Dharma Santhi Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin (8/4/2019).

Baca: Sudah Hamil Duluan, Puluhan Pelajar di Gunung Kidul Ajukan Dispensasi Menikah Dini

Baca: Terima 80 Ton Sampah Dalam Sehari, DLH Tabanan Sediakan 32 Are Lahan Tambahan

Wirawan pun menceritakan awal mula pembangunan yayasan yang dipimpinnya itu.

Pembangunan sekolah di Yayasan Dwijendra, kata dia, pada waktu itu dimulai dari SMP karena jumlah sekolah swasta pada tahun itu masih sedikit.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved