Terima 80 Ton Sampah Dalam Sehari, DLH Tabanan Sediakan 32 Are Lahan Tambahan

DLH Tabanan sedang melakukan pengerjaan jalan lingkar untuk akses menuju lahan seluas 32 are yang sudah disediakan untuk TPA Mandung

Terima 80 Ton Sampah Dalam Sehari, DLH Tabanan Sediakan 32 Are Lahan Tambahan
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Satu unit eskavator memindahkan sampah yang menggunung di areal TPA Mandung, Desa Mandung, Kerambitan, Tabanan, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Tumpukan sampah tampak menggunung di areal TPA Mandung di Desa Mandung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (7/4/2019).

Tumpukan tersebut juga mengeluarkan bau yang menyengat.

Setiap hari, rata-rata 80 ton sampah plastik maupun organik yang diangkut oleh 50-60 kendaraan dibuang ke areal tersebut.

Pantauan Tribun Bali, ada satu alat berat memindahan sampah ke areal yang lebih rendah.

Di tempat lain, sejumlah pekerja mengumpulkan sampah plastik yang masih bisa diolah atau didaur ulang. 

“Penumpukan sampah itu karena ada alat berat untuk menarik sampah yang rusak. Meskipun ada alat berat yang bekerja tetap kewalahan untuk menangani sampah yang begitu banyak,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia, Minggu (7/4/2019).

Guna mengantisipasi tumpukan sampah, kata dia, DLH sedang melakukan pengerjaan jalan lingkar.

Saat ini sedang berproses dengan mengerjakan jalan pada sisi utara agar ada akses menuju ke timur atau ke lahan 32 are yang sudah disediakan.

Diperkirakan akan rampung pada triwulan kedua 2019.

Subagia melanjutkan, sebenarnya lahan tersebut merupakan lahan untuk pembuatan gas metan.

Namun, dengan pembuangan sampah di sana tak berpengaruh terhadap produksi gas metan karena pipa dari produksi gas metan ditambah lebih tinggi.

"Kami pastikan tidak akan menganggu meski digunakan untuk menempatkan sampah yang menggunung, ini sudah kami pikirkan," katanya.

Disinggung mengenai labilnya tumpukan sampah karena akan membahayakan truk pembawa sampah, ia menyatakan sudah melakukan antisipasi.

“Yang jelas kami berusaha supaya tidak sampai sampah menumpuk di bagian depan," akunya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved