Terkait Kereta Api Lingkar Bali, Gubernur Koster akan Berbicara dengan Ditjenka dan PT KAI

Gubernur Bali Wayan Koster menilai, Bali memiliki sejumlah persolan yang harus diselesaikan secara menyeluruh.

Terkait Kereta Api Lingkar Bali, Gubernur Koster akan Berbicara dengan Ditjenka dan PT KAI
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi key note speaker dalam acara Dharma Santhi Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin (8/4/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menilai, Bali memiliki sejumlah persolan yang harus diselesaikan secara menyeluruh.

Berbagai persoalan tersebut mulai dari ekonomi yang masih perlu penataan, pembenahan fundamental budaya serta masih adanya kekurangan infrastruktur.

Dalam infrastruktur misalnya, pihaknya mengaku sudah berupaya menyelesaikan jalan short-cut Denpasar-Singaraja.

Kini short-cut juga direncanakan akan ada untuk Denpasar menuju Jembrana.

Perencanaan infrastruktur juga direncanakan ada jalan tol di Bali Utara yang nantinya akan ada integrasi dengan Bandara Bali Utara.

“Jadi sebelum bandara jadi, kita bangun jalannya dulu,” kata Gubernur Koster saat menjadi key note speaker dalam acara Dharma Santhi Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin (8/4/2019).

Baca: Mulai 10 April, Pedagang Pelataran Akan Berjualan di Dalam Eks Tiara Grosir

Baca: 72 Pasien RSJ Bali Masuk dalam DPT, Berhak Menggunakan Hak Pilihnya 17 April Nanti

Tak berhenti sampai di situ, Gubernur Koster ternyata juga merencanakan adanya infrastruktur berupa kereta api lingkar Bali.

Wacana ini sebenarnya pernah mencuat beberapa tahun lalu sebelum kepemimpinan Gubernur Koster.

Saat ditemui awak media, Gubernur Koster mengaku rencana tersebut masih dalam tahap desain.

Dalam tahap menyusun desain itu pihaknya masih akan mengadakan pembicaraan dengan berbagai pihak terkait.

Pihak itu di antaranya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca: Setelah Polemik, Yayasan Dwijendra Ingin Kembali pada Visi dan Misi Para Pendiri

Baca: 3 ODGJ Diamankan dalam 3 Bulan Terakhir, Camat Kutsel Bentuk Tim Terpadu untuk Antisipasi Gangguan

“Karena sebetulnya di sana sudah ada konsep untuk perkreatapian di Bali,” tuturnya.

Oleh karena itu, ke depan masih perlu dilakukan studi mengenai jalur kereta api tersebut.

Pihaknya menargetkan, dalam periode pertama kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali minimal ada tahapan yang bisa diselesaikan guna pembangunan program kereta api lingkar Bali tersebut. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved