Bangunan Pasar Seni Geopark Batur Mulai Rusak, Kadisperindag Bangli Rencanakan Renovasi

kerusakan pasar tersebut dianggap lebih dikarenakan kondisi suhu di wilayah Kintamani yang cenderung dingin, sehingga memperpendek usia bangunan

Bangunan Pasar Seni Geopark Batur Mulai Rusak, Kadisperindag Bangli Rencanakan Renovasi
Tribun Bali/Fredey Mercury
Pasar Seni Geopark Batur. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sejumlah bagian di Pasar Seni Geopark Batur, Kintamani mulai mengalami kerusakan.

Padahal, sejak selesai pembangunan pada tahun 2014 silam, hanya sedikit bagian di pasar berlantai tiga lantai ini yang intens digunakan oleh para pedagang.

Sesuai pantauan Minggu (7/4/2019), para pedagang lebih memilih untuk memadati ruko yang berada di lantai dasar pasar.

Sedangkan di lantai dua, walaupun juga terdapat ruko, namun cendrung ditutup. Kondisi lantai dua juga terlihat minim perawatan, lantai dan dindingnya terlihat kotor disertai banyaknya lumut.

Sementara di lantai tiga yang hanya terdapat dua ruangan, pada ruangan di sisi selatan terlihat berbagai produk seni mulai dari seni ukir, kramik, lukis yang dipamerkan, walaupun pintu ruangan tidak pernah terbuka.

Sedangkan pada ruang di sebelah utara, hanya terlihat ruang kosong dengan barbagai barang tak terpakai yang berserakan, di samping juga kerusakan pada bagian plavon maupun lis plavon.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, I Nengah Sudibia saat dikonfirmasi Senin (8/4/2019) tidak menampik hal tersebut.

Menurutnya, kerusakan pasar tersebut lebih dikarenakan kondisi suhu di wilayah Kintamani yang cenderung dingin, sehingga memperpendek usia bangunan.

Terkait upaya perbaikan, Sudibia mengatakan bahwa pasar tersebut rencananya akan direnovasi pada tahun ini.

Tak tanggung-tanggung, anggaran renovasi yang rencananya berlangsung tahun 2019 ini, mencapai Rp 1 miliar. Ia juga mengaku sudah sempat mengunjungi Pasar Geopark bersama dengan pihak konsultan perencana.

“Dana tersebut (bersumber) dari Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Perindustrian sebagai pusat promosi. Nilainya secara keseluruhan mencapai Rp. 1 miliar, termasuk penataan interiornya,” ujar Sudibia.

Kadis asal Desa Penglipuran, Bangli ini menambahkan, renovasi yang dilakukan bukan untuk merombak ulang pasar yang sudah berdiri, melainkan menambah ruang-ruang serta tempat untuk penataan barang.

Pasalnya, pasar tersebut akan dijadikan sebagai pusat promosi, dan pasca renovasi pengelolaannya akan diserahkan pada badan pengelola pariwisata.

“Sekarang rencana renovasi tersebut dalam tahap perencanaan di pihak konsultan perencanaan. Jadi kami belum tau bulan apa realisasi rencana itu. Sengaja kami gunakan jasa konsultan agar renovasi yang kami lakukan tidak terkesan setengah-setengah,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved