Mitigasi di Tanah Rawan Gempa, BMKG Akan Pasang Seismograf di Bangli dan Klungkung

BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, berencana memasang alat pengukur gempa atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi di Nusa Penida

Mitigasi di Tanah Rawan Gempa, BMKG Akan Pasang Seismograf di Bangli dan Klungkung
Ilustrasi gempa 

"Kami harapkan titik lokasi yang sudah ditentukan nantinya, merupakan lahan atau tanah milik pemerintah karena terkait keamanan alat tersebut," ungkap dia.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada menjelaskan, pemkab dalam hal ini sebatas memfasilitasi penyediaan tanah sekitar satu are untuk lokasi pemasangan alat.

Sementara terkait operasional ataupun bangunan, sepenuhnya menjadi kewenangan BMKG.

"Semoga pemasangan alat ini, membuat pencatatan dan penyebaran informasi untuk gempa bumi lebih cepat sehingga mitigasi nantinya juga akan lebih cepat dan tepat," kata dia.

Bukti Sejarah
Pemasangan seismograf didasari atas rawannya pulau Bali akan bencana gempa bumi.

Dalam catatan sejarah, Bali pernah beberapa kali diguncang oleh gempa bumi dahsyat yang menyebabkan banyak korban jiwa dan materi.

Di antaranya gempa bumi dahsyat pada tahun 1917, yang mengguncang seluruh daratan di Bali. Gempa ini dikenal dalam sejarah dengan istilah "Gejer Bali" yang menewaskan hingga 1.500 orang

Lalu bencana gempa bumi dahsyat lainnya yang pernah terjadi di Bali, adalah gempa Seririt Buleleng tanggal 14 Juli tahun 1976.

Gempa ini tercatat memiliki sekala 6,2 SR dan menewaskan 599 orang. Sementara korban luka berat mencapai 850 orang dan luka ringan mencapai 3.200 orang

Selain itu, pada tanggal 17 Desember tahun 1979 , terjadi gempa bumi dengan skala 6.0 SR  dan berpusat di Karangasem.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved