Mitigasi di Tanah Rawan Gempa, BMKG Akan Pasang Seismograf di Bangli dan Klungkung

BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, berencana memasang alat pengukur gempa atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi di Nusa Penida

Mitigasi di Tanah Rawan Gempa, BMKG Akan Pasang Seismograf di Bangli dan Klungkung
Ilustrasi gempa 

Korban tewas dalam bencana ini mencapai 25 orang, sementara korban luka berat mencapai 47 orang

Gempa dasyat terakhir di Bali terjadi, 2 Januari 2004 yang berpusat di Karangasem.

Gempa itu memiliki kekuatan berskala 6,2 SR dan menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan parah di wilayah Desa Tenganan, Dauh Tukad, Abang, Tohpati, Muncan dan Bukit.

Ketika gempa tersebut, jumlah korban jiwa satu orang, dan 33 korban luka berat. 

Survei Lahan
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meminta jajarannya mensurvei tanah milik pemerintah yang berdekatan dengan titik lokasi yang tekah ditentukan BMKG. Sehingga nantinya proses pemasangan alat tersebut cepat terealisasi.

BMKG Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar audensi dengan Bupati Klungkung, Senin (8/4/2019).
BMKG Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar audensi dengan Bupati Klungkung, Senin (8/4/2019). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Ia berharap alat tersebut mampu membantu Pemkab Klungkung dalam menangani maupun mengambil langkah cepat apabila terjadi bencana alam.

"Kami berusaha mencarikan tanah pemerintah yang bisa dijadikan tempat untuk lokasi pemasangan seismograf ini,  dengan luasan tanah yang diminta yakni 10x10 meter dengan bangunan dan pagar. Jika itu tanah milik desa, kami akan berkoordinasi dengan desa setempat” ujar Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved