Orang Terkaya Hongkong Bangun Museum Buddha Senilai 380 Juta Dolar Amerika

Raja para pengusaha, Li Ka-shing, lama dikenal sebagai seorang filantropi, yang berkontribusi jutaan dolar untuk unversitas dan rumah sakit di Asia

Orang Terkaya Hongkong Bangun Museum Buddha Senilai 380 Juta Dolar Amerika
CNN/CK Hutchinson Holdings Ltd
Orang terkaya Hongkong membangun Museum Buddha senilai jutaan dolar di sebuah biara. Raja para pengusaha, Li Ka-shing, lama dikenal sebagai seorang filantropi, yang berkontribusi jutaan dolar untuk unversitas dan rumah sakit di Asia Timur dan Amerika Utara. 

Orang Terkaya Hongkong Bangun Museum Buddha Senilai 380 Juta Dolar Amerika

TRIBUN-BALI.COM - Orang terkaya Hongkong membangun Museum Buddha senilai jutaan dolar di sebuah biara.

Raja para pengusaha, Li Ka-shing, lama dikenal sebagai seorang filantropi, yang berkontribusi jutaan dolar untuk unversitas dan rumah sakit di Asia Timur dan Amerika Utara.

Dia juga memberikan dukungan untuk proses penyelamatan tragedi Tsunami di Samudra India tahun 2004 dan gempa bumi Sichuan tahun 2008.

CNN merilis, laki-laki yang kini berusia 90 tahun ini, yang diumumkan oleh Forbes memiliki kekayaan sekitar $33.4bn, kini mengalihkan ketertarikannya pada seni dengan membuka museum di the Tsz Shan Monastery.

Baca: Tidur Beralas Matras, Buruh Bangunan Asal Banyawangi Ternyata Sudah Tak Bernyawa

Baca: Selingkuh di Jam Kerja, PNS Ini Kena Batunya, Digerebek Istri dan Warga, Cewenya Lari

Baca: Masuk Perangkap Teman di Facebook, Siswi SMP Ini Dicekoki & Digilir 4 Pria, Motornya Dibawa Kabur

Museum yang menghabiskan biaya hampir $ 382.000.000 itu, berdasarkan informasi dari Li Ka Shing Foundation, ada di dasar patung perunggu Guanyin yang maha besar, dewa pengasih, yang berdiri di biara itu yang dulu juga dibangun atas bantuan Li.

Di antara sekian banyak artifak dalam museum itu, juga ada 100 patung Buddha, sebagaimana diungkapkan oleh CK Hutchison Holdings Ltd, perusahaan yang dipimpin oleh Li.

Museum yang terbuka tanpa ada biaya untuk semua pengunjung ini akan secara resmi dibuka pada Mei mendatang, hanya saja upacaranya telah dilakukan minggu lalu. Koleksi permanen dalam museum itu akan mengantarkan pengunjung pada cerita tentang Buddha dan bagaimana bisa bertahan dalam lingkungan yang terus berubah seiring sejarah, sebagaimana juga diungkap oleh perusahaan Li.

Diungkapkan pula bahwa dengan dibukanya museum ini dimaksudkan untuk memperkaya pemahaman mereka yang mencari adanya transenden dan pencerahan spiritual dengan adanya kesempatan untuk mengekplorasi melampaui simbol dan seni untuk menemukan esensi Buddha.

Diperlukan tiga tahun lamanya untuk membangun museum ini dan sebagian besar relik didonasikan oleh Li dan yayasannya yang berdiri tahun 1980.

Pada saat upacara pembukaan, hadir sekitar 2.000 undangan. Hong Kong chief executive, Carrie Lam mengungkapkan, “koleksi yang harganya tiada tara ini, baik patung Buddha, lukisan, pahatan, dan sutra yang ada di Tsz Shan Monastery Buddhist Art Museum, tidak hanya mencerminkan pencerahan dan kultur Zen Buddha, tapi juga mempersembahkan program-program dan kegiatan budaya.”

Imbuhnya, “Visual dan kultur sastra biara dan museum tidak diragukan lagi menjadi ruang refleksi dan apresiasi seni untuk masyarakat dan pengunjungnya.”

Sumber : https://edition.cnn.com/style/article/buddhist-art-museum-scli-intl/index.html

Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved