Pedagang Mengeluh Kartu e-Retribusi Sering Error, Kadis: Dipungut Jadi Sebulan Sekali

Pedagang lansia asal Lingkungan Kemoning tersebut mengeluh, karena sistem pembayaran retribusi Pasar Galiran berubah.

Pedagang Mengeluh Kartu e-Retribusi Sering Error, Kadis: Dipungut Jadi Sebulan Sekali
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Aktivitas pedagang di Pasar Galiran Klungkung, Selasa (8/4). Penerapan sistem e-Retribusi terhadap pedagang di Pasar Galiran masih menyisakan berbagai persoalan 

Pedagang Mengeluh Kartu e-Retribusi Sering Error, Kadis: Dipungut Jadi Sebulan Sekali

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Seperti hari biasanya, Dadong Sempyok (70) menjalani aktivitasnya sebagai pedagang di Pasar Galiran Klungkung.

Pedagang lansia asal Lingkungan Kemoning te

Baca: Orang Terkaya Hongkong Bangun Museum Buddha Senilai 380 Juta Dolar Amerika

Baca: Tidur Beralas Matras, Buruh Bangunan Asal Banyawangi Ternyata Sudah Tak Bernyawa

Baca: Warga Banyak Telat Urus A5, Ketua KPU Denpasar: Masyarakat Perlu Peduli lah Sedikit

Baca: Selingkuh di Jam Kerja, PNS Ini Kena Batunya, Digerebek Istri dan Warga, Cewenya Lari

rsebut mengeluh, karena sistem pembayaran retribusi Pasar Galiran berubah.

Jika awalnya pedagang membayar setiap hari dengan sistem e-retribusi, mulai (1/4/2019) penarikan retribusi ke pedagang justru dilakukan sebulan sekali

"Mending seperti dulu, bayar setiap hari jadi tidak terasa. Kalau bayar sebulan sekali, rasanya banyak sekali bayarnya," ujar Sempyok

Selain itu, beberapa pedagang juga mengeluhkan penerapan e-retribusi yang sudah diterapkan sejak awal tahun 2019 ini.

Meskipun telah beberapa kali dilakukan sosialisasi, menurut beberapa pedagang, membayar dengan sistem e-retribusi lebih ribet.

Bahkan tidak jarang pula kartu e-retribusi milik pedagang error.

"Lebih gampang sistem dulu, kami tinggal bayar setiao hari. Kalau sekarang ribet pakai kartu, kita isi nabung lalu bayar pakai kartu," ungkap Wati, seorang pedagang sayuran di Pasar Umum Galiran, Selasa (8/4/2019).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Klungkung Wayan Ardiasa menjelaskan, perubahan sistem pungutan retribusi itu dimulai per (1/4/2019) lalu.

Pedagang yang awalnya ditagih setiap harinya melalui e-Retribusi, dirubah menjadi sebulan sekali.

Hal ini sempat dikeluhkan pedagang. Ada beberapa pedagang yang menyampaikan keberatan dengan hal itu, dan meminta tetap dipungut setiap hari.

"Pedagang merasan bayar retribusinya banyak, jika dipungut sebulan sekali. Padahal nominalnya sama saja, bedanya hanya dibayarkan setiap bulan. Kami lakukan pendekatan dengan pedagang, akhirnya pedagang bersedia," ujar Wayan Ardiasa, Selasa (8/4/2019). (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved