Pengerjaan Menara Pandang di Desa Suter Kintamani, Dewan Nilai Pembangunan Kurang Kajian

Pembangunan menara pandang di wilayah Desa Suter, Kintamani, Bangli disoroti karena terkesan setengah-setengah

Pengerjaan Menara Pandang di Desa Suter Kintamani, Dewan Nilai Pembangunan Kurang Kajian
Tribun Bali/Fredey Mercury
Menara Pandang di Desa Suter, Kintamani, Bangli, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pembangunan menara pandang di wilayah Desa Suter, Kintamani, Bangli disoroti karena terkesan setengah-setengah.

Pihak Disparbud Bangli mengklaim, hal itu tidak terlepas dari adanya addendum pada Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Akibatnya, anggaran sebesar Rp 808 juta tidak cukup untuk menuntaskan pembangunan sesuai dengan desain awal.

Kabid Bina Obyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, I Wayan Bona, menjelaskan  addendum tersebut diperuntukkan pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 10 meter, yang semula tidak masuk dalam perencanaan.

Dikatakan, semula lokasi pembangunan menara pandang dekat dengan toilet yang ada di sekitar.

Namun karena terdapat gazebo serta tidak diijinkan untuk dibongkar oleh pihak Kehutanan, maka lokasi pembangunan bergeser dan membutuhkan tambahan berupa senderan.

“Addendum ini dilakukan saat akan dimulainya pengerjaan menara pandang. Awalnya, direncanakan akan dibangun dekat kamar mandi. Karena ada permasalahan di lapangan dengan tidak diperbolehkan membongkar gazebo, maka dibuatlah addendum itu. Terlebih akibat pergeseran lokasi pembangunan, perlu pembangunan senderan sekitar (panjang) 10 meter,” katanya.

Pria yang juga selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam proyek pembangunan Menara Pandang ini menambahkan menara pandang tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Menurutnya bukan hal yang terlalu berarti bilamana di lokasi itu terdapat sejumlah kerusakan, sebab masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan.

Sedangkan disinggung terkait kelanjutan pembangunan, Bona tetap menegaskan tidak ada kelanjutan pada tahun 2019 ini.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved