Singgung Kasus Sudikerta, Kapolda Bali: Tidak Ada Toleransi Terhadap Mafia Tanah!

Singgung Kasus Sudikerta, Kapolda Bali: Tidak Ada Toleransi Terhadap Mafia Tanah!

Singgung Kasus Sudikerta, Kapolda Bali: Tidak Ada Toleransi Terhadap Mafia Tanah!
Tribun Bali
Singgung Kasus Sudikerta, Kapolda Bali: Tidak Ada Toleransi Terhadap Mafia Tanah! 

"Sewaktu mau diperiksa, awalnya pasien sempat muntah-muntah, ya itu biasa karena kondisi psikis tadi. Makanya saya bilang namanya psikosomatis begitu.

"Nah saat sudah baik ini, kita ngasih obat juga tapi dia punya obat juga kok. Mungkin kemarin dia gak sempat bawa obat jadi tak terkontrol. Apalagi makanan di RS dan di tahanan kan standar," terang dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal kesehatan Sudikerta, Penasehat Hukum Sudikerta I Wayan Sumardika juga membenarkan kondisi kliennya kini dalam keadaan sehat.

"Hari ini bapak udah sehat, bapak udah sehat. Saat ini persiapan kami, kami lakukan rapat-rapat internal terkait materi penyelesaian kasus ini. Seperti membahas sumber-sumber dana yang dapat menyelesaikan persoalan ini. Kan katanya Markus ada kerugian jadi coba kita persiapkan dulu," kata Sumardika dihubungi via telepon, sore tadi.

Namun dirinya menegaskan belum berkomunikasi dengan saksi pelapor.

"Tapi kami koordinasi dengan penyidik. Memang upaya perdamaian benar merupakan murni antara pelapor dan terlapor tetapi karena persoalan ini sudah menjadi penegakkan hukum, tentu kami berkoordinasi dengan penyidik.

"Meski kita tidak dapat berkomunikasi dengan pihak pelapor, kan faktanya kami tahu bahwa niat pelapor selanjutnya seperti ini, keinginan seperti ini, artinya kami tahu itu karena berkoordinasi dengan penyidik, kan begitu. Dan penyidik pasti tahu apa maksud dari korban atau saksi pelapor," jelasnya, menerangkan.

Besok, Rabu (10/4/2019), pihaknya ingin meminta salinan berita acara pemeriksaan di penyidik untuk dipelajari.

Soal pemeriksaan lanjutan terhadap Sudikerta dirinya pun belum mendapat info kapan akan ada pemeriksaan.

"Kemudian kita belum tahu juga perkembangan penangguhan walaupun ada kabar-kabar tapi kami ingin mengetahui dari penyidik. Formilnya kan begitu, sampai kemarin pada saat menyampaikan permohonannya kedua, penyidik mengatakan permohonan sebelumnya belum dijawab sama Pak Dir katanya," tambahnya.

Terpisah, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, mengatakan dugaan kasus yang melibatkan Mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta merupakan salah satu commander wish Kapolda Bali.

"Saya sudah katakan bahwa salah satu commander wish dari Kapolda Bali adalah pemberantasan mafia tanah, dan saya juga memberantas apa yang disebut sebagai transnasional organize crime.

"Saya rasa itu sudah ditangani oleh pihak kami dengan baik dan kita penegak hukum hanya menjalankan tugas seperti biasa dan membuat rasa kepastian hukum di Bali," jelas dia.

"Dulunya sebelum jadi Kapolda banyak kasus tanah yang tidak terselesaikan, maka sekarang kita coba selesaikan, apalagi yang berkaitan dengan tanah adat itu tidak ada toleransi," tegasnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved