Warga Banyak Telat Urus A5, Ketua KPU Denpasar: Masyarakat Perlu Peduli lah Sedikit

Menjelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, warga masih banyak mendatangi KPU Kota Denpasar

Warga Banyak Telat Urus A5, Ketua KPU Denpasar: Masyarakat Perlu Peduli lah Sedikit
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
KPU Kota Denpasar yang dipenuhi sejumlah masyarakat yang mengurus pindah memilih jelang H-1 penutupan pindah memilih, di KPU Kota Denpasar, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Selasa (9/4/2019) 

Warga Banyak Telat Urus A5, Ketua KPU: Masyarakat Perlu Peduli lah Sedikit

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, warga masih banyak mendatangi KPU Kota Denpasar untuk mengurus pindah memilih atau A5.

Hingga H-1 jelas penutupan pindah pemilih A5, berdasarkan pantauan Tribun-Bali.com masih banyak warga gagal dan ditolak saat mengurus pindah pemilih atau A5.

Ririn Ratnasari (20) seorang mahasiswa asal Cirebon mengeluhkan dirinya ditolak saat mengurus A5 dengan alasan sudah terlambat.

Sementara, Nita Sulo Alud (37) seroang pembantu rumah tangga asal Toraja menyebutkan gagal mengurus A5 karena surat keterangan kerja tidak resmi dari sebuah perusahaan.

Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya, menuturkan banyak warga yang gagal mengurus pindah memilih A5 akibat dari ketidaktahuan masyarakat dengan empat ketentuan warga yang bisa mengurus pindah memilih A5.

Baca: Selingkuh di Jam Kerja, PNS Ini Kena Batunya, Digerebek Istri dan Warga, Cewenya Lari

Baca: Anak Ketua DPRD Klungkung Dituntut Satu Tahun Lantaran Narkoba

Baca: Masuk Perangkap Teman di Facebook, Siswi SMP Ini Dicekoki & Digilir 4 Pria, Motornya Dibawa Kabur

Baca: Mahasiswa Ini Rajin Masuk Kamar Siswi SMA Lewat Jendela, Orangtua Korban Langsung Mengadu

"Kalau dibilang kita kurang sosialisasi semua itu terstandar. Jadi setelah penetapan itu, kita buat pengumuman. Kita juga punya website. Jadi jurnalis juga sudah membantu mengumumkan. Jadi masyarakat juga perlu peduli lah sedikit," ucapnya saat ditemu Tribun- Bali.com, Selasa (9/4/2019).

Pihaknya juga menilai masyarakat kurang mendalami informasi yang didapat tentang tata cara dan ketentuan-ketentuan untuk tetap bisa mengurus pindah pemilih A5.

"Kalau memang mereka tau itu, tentu dong dengan senang hati kami layani. Karena tujuan utama kami semua pemilih terfasilitasi di TPS."

"Iya, kami serba salah. Di satu sisi kami mendorong masyarakat menggunakan hak pilih tapi tentu tetap ada prosedur yang harus diikuti. Tapi kami tetap berusaha seoptimal mungkin melayani masyarakat," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved