Wisatawan Sempat Menurun Akibat Gempa, Warga Berharap Pink Beach Mulai Ramai Kembali

Selain Tanjung Aan, pulau Lombok mempunyai ikon lainnya seperti Pantai Pink di Desa Sukaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Wisatawan Sempat Menurun Akibat Gempa, Warga Berharap Pink Beach Mulai Ramai Kembali
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Pink Beach, salah satu ikon wisata di Lombok, khususnya di wilayah Timur masih sepi pengunjung pasca gempa. Penduduk dan pedagang setempat pun berharap agar kondisi kembali normal seperti sediakala dengan kedatangan sekitar 300-400 orang per hari. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain Tanjung Aan, pulau Lombok mempunyai ikon lainnya seperti Pantai Pink di Desa Sukaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Pantai Pink memiliki pasir putih berwarna agak pink, yang sangat indah dipandang mata dengan laut birunya.

Hanya saja, akses jalan menuju pantai masih rusak dan bergelombang dengan taburan batu dan pasir. Dikelilingi hutan dan ladang jagung warga.

Saat Tribun Bali menyusurinya, terlihat beberapa wisatawan lokal dan mancanegara yang datang namun masih bisa dihitung dengan jari. Mereka datang melalui jalan raya dengan jarak sekitar 60 Km dari Praya.

Sisanya datang pulang pergi naik boat dari Tanjung Luar. Seorang pedagang di sana bernama Ita Purnamasari, mengatakan mata pencaharian penduduk sekitar adalah bertani dan berladang sebelum Pantai Pink ditemukan dan jadi destinasi wisata.

Baca: TRIBUN WIKI - Berikut 5 Tempat Wisata Ekstrim di Bali, Butuh Nyali dan Memacu Adrenalin

Baca: Tanda-Tanda Warung &Restoran; Yang Pakai Jin Penglaris, 5 Ciri Yang Diantaranya Ada Hawa Tidak Baik

“Tapi dari dua tahun yang lalu saya jualan di sini,” katanya kepada Tribun Bali, Senin (8/4/2019). Ita pun akhirnya menetap di Pink Beach bersama suaminya. “Jarang saya balik ke rumah di atas,” imbuhnya seraya mengatakan warungnya empat kilo dari Pantai Pink.

Lanjutnya, sebelum gempa, wisatawan yang datang ke Pantai Pink mencapai 300-400 orang per hari.

“Sekarang pascagempa turun sih, paling 50an per hari. Itupun saat weekend,” imbuhnya.

Penurunan ini, diharapkan akan segera selesai dan pengunjung kembali ramai.

Baca: Lahan Sawah di Tabanan Kian Menyusut, Turunnya Debit Air Penyebab Alih Fungsi Lahan

Baca: Suku Di Indonesia Ini Terkenal Dengan Ilmu Sihirnya Yang Konon Dahsyat Dan Santet Yang Kuat

Walau demikian, saat gempa mengguncang Lombok tak ada korban yang besar di sekitar wilayah Pantai Pink.

“Ada rumah roboh, tapi kayaknya korban enggak banyak,” katanya.

Mengingat Pantai Pink terletak di antara bukit, maka jam 5 sore biasanya sudah tidak ada pengunjung. Ia pun berharap jalan yang rusak ke depannya bisa diperbaiki, sehingga semakin banyak tamu yang datang. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved