40 Pamedek Keracunan Nasi Bungkus, Dinkes Tabanan Tetapkan Banjar Pinge KLB

I Wayan Wardana (49) duduk di bed Ruang Cempaka, RSUD Tabanan, Selasa (9/4). Di tampak lemas, tangan kanannya terpasang infus.

40 Pamedek Keracunan Nasi Bungkus, Dinkes Tabanan Tetapkan Banjar Pinge KLB
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Warga korban keracunan makanan mendapat perawatan di RSUD Tabanan, Selasa (9/4/2019). Petugas melakukan pengobatan dan penyuluhan di Bale Desa Pakraman Pinge. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - I Wayan Wardana (49) duduk di bed Ruang Cempaka, RSUD Tabanan, Selasa (9/4). Di tampak lemas, tangan kanannya terpasang infus.

Wardana merupakan satu dari 40 warga Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan, yang mengalami keracunan massal.

Wardana mengaku sampai bolak-balik toilet sebanyak 10 kali.

"Saya masuk rumah sakit Minggu (tiga hari lalu) karena sudah tidak tahan dengan sakitnya," ujar dia ditemui di ruang Cempaka, RSUD Tabanan, Selasa (9/4).

Wardana menuturkan, peristiwa keracunan massal berawal, Sabtu (6/4). Saat itu, mereka menyantap nasi bungkus.

Nasi yang mereka makan juga tak berbau ataupun basi.

Bahkan, saat itu Wardana juga membawa bagian nasi pulang dan diberikan kepada istrinya Ni Made Suratni (46) yang juga ikut keracunan.

Perutnya kemudian sakit pukul 22.00 Wita usai tangkil. Wardana mengaku sampai bolak-balik ke toilet.

Rasa sakitnya kian parah hingga ia memutuskan untuk ke rumah sakit. Ia mengalami gejala pusing dan sakit di bagian perut yang tidak tertahankan.

"Saya sempat dirawat di IGD beberapa jam, karena membaik kemudian dibolehkan pulang. Tapi sampai rumah, sekitar pukul 08.00 Wita lagi mengalami sakit perut dan kembali lagi dibawa kerumah sakit hingga akhirnya opname sampi sekarang (kemarin)," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved