Serba Serbi

Angka 3 'Tenget' dan Unik di Bali

Di Bali angka tiga merupakan angka sakral & semua yang berbau 3 'tenget'. Inilah yang menjadi alasan Nyoman Suprapta selalu menulis geguritan 33 bait

Angka 3 'Tenget' dan Unik di Bali
Tribun Bali/I Putu Supartika
Penulis geguritan, I Nyoman Suprapta saat ditemui Tribun Bali, di kediamannya, Selasa (10/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penulis geguritan, I Nyoman Suprapta mengatakan dalam menulis geguritan selalu membuat geguritan dengan jumlah bait 33.

Menurutnya hal tersebut ada filosofinya.

"Saya menulis ratusan buku geguritan dan semua baitnya berjumlah 33 bait," kata Suprapta saat ditemui di kediamannya, Selasa (10/4/2019).

Menurutnya 33 terdiri atas dua angka 3.

Baca: 2.000 Paket Sembako Murah Dalam Pasar Murah Peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana & BUMN

Baca: Jadi Arsitek Bali United Coach Teco Tak Alergi Kritik, Sebut Mental Pelatih Harus Kuat dari Tekanan

Di Bali angka tiga merupakan angka sakral dan semua yang berbau 3 'tenget'.

Misalkan saja marga tiga, jika menjadi janda tiga kali disebut Rangda Tiga, dan ada pula Sang Kala Tiga.

"Angka tiga juga simbol Om Kara atau Om di Bali," imbuhnya.

Selanjutnya jika tiga dijumlahkan dengan tiga hasilnya 6.

Baca: Satpol PP Badung Keluarkan Surat Teguran Peringatan Ketiga, Sky Garden Bali Beri Tanggapan Begini

Baca: Gamelan Selonding di Desa Padangan, Tedun Lima Tahun Sekali Saat Bhatara Turun Kabeh

Jika tiga dikalikan dengan tiga hasilnya 9.

9 dan 6 merupakan angka bolak-balik.

Selain itu selisih 9 dan 6 yakni 3.

"Itulah keunikan angka 3," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved