Diduga Tilep Dana Kematian Pemkab Jembrana, Astawa dan Artawan Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Dalam sidang terpisah itu, kedua terdakwa dituntut masing-masing pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan

Diduga Tilep Dana Kematian Pemkab Jembrana, Astawa dan Artawan Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Putu Candra
Astawa dan Artawan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Keduanya dituntut 4,5 tahun penjara terkait perkara dana kematian fiktif. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua kelian banjar dinas dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana yang tersangkut kasus dugaan korupsi dana kematian Pemkab Jembrana tahun 2015 kembali didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (10/4/2019).

Adalah Kelian Dinas Banjar Munduk Ranti, I Gede Astawa (48) dan Kelian Dinas Banjar Sari Kuning Tulungangung, I Dewa Ketut Artawan (53) yang menjalani sidang tuntutan.

Dalam sidang terpisah itu, kedua terdakwa dituntut masing-masing pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan (4,5 tahun).

Atas tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gedion Ardana mewakili Jaksa Ivan Praditya Putra, masing-masing terdakwa melalui tim penasihat dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan menanggapi dalam pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Nota pembelaan akan diajukan dan dibacakan pada sidang pekan depan.

"Kami akan mengajukan pembelaan tertulis, Yang Mulia. Mohon waktunya," ucap anggota tim penasihat hukum, Dewi Wulandari kepada majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila.

Sementara itu, Jaksa Gedion dalam pembacaan masing-masing surat tuntutan menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan primair.

Baca: Kerabat Wayan Candra Gugat Kejaksaan Negeri Klungkung Terkait Aset Sitaan

Baca: Tak Ada Pemeriksaan, Sumardika Ungkap Sudikerta Bahas Ini Saat Bertemu Dua Tersangka Lain

Para terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1)KUHPidana.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Gede Astawa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan (4,5 tahun) dikurangi seluruhnya selama terdakwa ditahan di rumah tahanan negara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Dan membayar denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan," tegas Jaksa Gedion Ardana.

Selain itu, Astawa yang menjabat sebagai Kelian Dinas Banjar Munduk Ranti sejak tahun 2003 sampai tahun 2014 juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 32.700.000.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved