Piala Presiden 2019

Karena Alasan Ini, Trofi Piala Presiden Karya Pemahat Bali IB Lasem Diperbaharui, Ini Filosofinya

Piala Presiden 2019 memasuki tahap akhir yakni mencari tim terbaik antara Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Karena Alasan Ini, Trofi Piala Presiden Karya Pemahat Bali IB Lasem Diperbaharui, Ini Filosofinya
kolase TribunPalu.com
Trofi Piala Presiden 2018 (kiri) dan Trofi Piala Presiden 2019 

Melalui akun Instagram di @sweda.co, diketahui bahwa trofi tersebut masih mengggunakan kayu jati berusia 80 tahun yang diukir oleh Ida Bagus Ketut Lasem.

“Sama seperti sebelumnya, masih berkolaborasi dengan Ida Bagus Ketut Lasem yang akan mengambil bakat luar biasa untuk mengukir kayu jati berusia 80 tahun. Namun, kami akan tetap mempertahankan konsep desain trofi sebagai bagian dari kejutan,” tulis akun tersebut.

"Dari pihak PSSI minta kita untuk memberi sentuhan perak supaya pila itu punya nilai prestise dan futuristik," imbuh Surya Aditya di laman resmi PSSI.

Baca: Alasan Penyakit dan Usia Lanjut, Pengacara Minta Penangguhan 2 Tersangka Kaitan Kasus Sudikerta

Baca: Bali United Tantang Klub Juara Liga Timor Leste di Stadion Dipta, Ini Jadwalnya

Baca: Ada Pria Mencurigakan di Area Lapangan Sebelum Yamaha NMax Gelandang Bali United M Taufiq Hilang

Sentuhan baru tersebut nampak pada ornamen perak dan batu-batuan khusus yang ditambahkan di beberapa bagian dari trofi.

Batu yang dipilih pun bukan asal batu.

Tapi, batu yang punya nilai-nilai keindahan dan filosofis.

"Kita beri susunan perak dan batu-batu nusantara di bagian bawah. Batunya kami ambil khusus dari beberapa daerah di nusantara. Kami ingin piala ini tidak kehilangan nilai tradasional tapi juga ada sentuhan modern," papar Surya Aditya.

Dari unggahn di Instagram Sweda.co juga diketahui batu permata tersebut berasal dari seluruh Indonesia seperti Badar besi, Pacitan Merah, Baron Merah, Cempaka Aceh, Kalimantan Merah, Teratai Merah, Kalsedon putih, kalsedon Pandan dan Kalsedon Kuro.

Semua batu permata kami tempatkan sebagai satu untuk melambangkan persatuan dan batu permata mengingatkan proses yang panjang.

" Dari tangan alami hingga manusia hingga dipotong dan dibentuk. Kami memilih warna merah dan putih untuk batu permata, itu untuk warna bendera kami."

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved